30.6 C
Sidoarjo
Wednesday, July 15, 2026
spot_img

Manufacturing Surabaya 2026 jadi Ajang Kolaborasi Pelaku Industri Guna Perkuat Daya Saing

Surabaya, Bhirawa – Pertumbuhan industri perlu terus diimbangi dengan percepatan adopsi teknologi, peningkatan produktivitas serta kolaborasi lintas sektor agar mampu menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan.

Untuk itu, Pamerindo Indonesia resmi membuka penyelenggaraan Manufacturing Surabaya 2026 yang berlangsung pada 15-18 Jull 2026 di Grand City Convention & Exhibition Center Convex), Surabaya.

Penyelenggaraan ke-20 ini kembali menghadirkan pelaku  industri manufaktur, penyedia teknologi, asosiasi, pemerintah, akademisi, serta pemangku  kepentingan dalam satu skosistem kolaboratif untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas kemitraan bisnis, dan memperkuat daya saing industri di Timur Indonesia.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan industri nasional melalui  pengembangan kawasan industri, nfrastruktur logistik, serta konektivitas rantai pasok yang terus berkembang.

“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak pertumbuhan industri  nasional. Potensi tersebut perlu didukung oleh kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha. penyedia teknologi dan pelaku industri agar transformasi industri dapat berlangsung lebih cepat, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” terangnya usai meresmikan Manufacturing Surabaya 2026, Rabu (15/7).

Emil menambahkan bahwa ada dua kunci yakni MICE dan sektor manufaktur, kalau berbicara terkait MICE/Pameran menjadi konsisten agar MICE bisa menjadi perputaran ekonomi yang sangat strategis.

“Kita patut bersyukur di Jawa Timur kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Timur adalah sektor manufaktur dengan angka lebih dari 30 persen tepatnya 31,45 persen, ini adalah sebuah tumpuan ekonomi yang sangat strategis dan akan terus menjadi tumpuan ekonomi,” jelasnya.

Berita Terkait :  BNNP Jatim Musnahkan 1,8 Kg Ganja Modus Paket Pakaian Bekas

Country GM PT Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari menyampaikan pameran manufacturing Surabaya 2026 yang tahun ini sudah masuk ke edisi ke-20 dan pameran kali ini sangat istimewa karena untuk pertama kalinya pameran Growtech Indonesia dan Indonesia Energy Week Indonesia.

“Kehadiran tiga pameran baru ini merupakan langkah kami untuk menghadirkan platform yang semakin lengkap dan relevan dengan perkembangan industri sekaligus juga mempertemukan ekosistem manufaktur energi kelistrikan serta teknologi air dan pertanian dalam satu wadah yang lengkap dan saling terhubung,” tuturnya.

Lia menyampaikan apresiasi kepada pengunjung karena ditengah kondisi yang sangat komplikasi masih semangat untuk terus berinovasi berkolaborasi dan membangun industri nasional tetap tumbuh.

“Sebagai pusat industri dan perdagangan di Indonesia bagian timur, Surabaya tidak hanya menjadi penghubung dari berbagai wilayah tetapi juga menjadi tempat yang memberikan akhirnya banyak sekali peluang baru bagi dunia usaha. Karena itu kami percaya Surabaya memiliki peran yang sangat strategis sebagai ruang bertemunya para pelaku industri untuk saling berbagi pengetahuan memperluas jaringan menciptakan kolaborasi serta memberikan manfaat yang nyata,” paparnya.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie mengatakan selama dua  dekade terakhir Manufacturing Surabaya terus berkembang mengikuti dinamika industri. Bukan lagi sekadar etalase inovasi, pameran ini kini berperan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pe/aku industri untuk membangun ekosistem manufaktur yang semakin terintegrasi. 

“Hari ini menjadi awal dari berbagai kolaborasi yang kami harapkan dapat menghasilkan dampak nyata bagi industri. Transformasi manufaktur tidak lagi hanya ditentukan oleh kehadiran teknologi baru, tetapi  juga oleh kemampuan seľuruh pelaku industri untuk saling terhubung, berbagi pengetahuan, serta  membangun rantai pasok yang semakin kuat dan berkelanjutan. Melalui Manufacturing Surabaya  2026, kami ingin memastikan setiap partisipan tidak hanya melihat inovasi terbaru, tetapi juga  menemukan solusi yang relevan, mitra strategis dan peluang bisnis yang dapat memperkuat  produktivitas serta daya saing perusahaan,” tutur Meysia.

Berita Terkait :  TKD Berkurang Rp 139,80 M, Pastikan APBD 2026 Tetap Berpihak pada Masyarakat

Sementara itu, pembukaan Manufacturing Surabaya 2026 menandai terbukanya ruang kolaborasi yang akan  berlangsung selama empat hari, mulai dari pertemuan bisnis, pertukaran pengetahuan, hingga  eksplorasi berbagai solusi industri di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap transformasi proses  produksi, digitalisasi manufaktur, serta penguatan rantai pasok, pameran ini menjadi ruang temu yang  menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi dan teknologi yang siap diterapkan di lapangan.

Momentum penyelenggaraan tahun ini hadir seiring semakin menguatnya posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor pertumbuhan industri nasional.

Berdasarkan publikasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, pada Triwulan I 2026 Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa. Di saat yang sama, sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian daerah dengan kontribusi sebesar 31,45 persen.

Sebagai bagian dari pengembangan penyelenggaraan tahun ini, Manufacturing Surabaya 2026 kembali hadir bersama Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial  Automation & Logistics Surabaya.

Cakupan pameran juga diperluas melalui kehadiran Growtech  Indonesia dan Indonesia Energy Week Surabaya yang didalamnya mencakup Water Indonesia  di dalamnya mencakup Electric Power Indonesia dan Water Indonesia

Ekspansi cakupan tersebut menghadirkan keterhubungan yang lebih kuat antara sektor manufaktur, energi dan agrikultur dalam satu ekosistem industri. Sinerg lintas sektor ini diharapkan mampu  mempercepat adopsi inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat rantai nilal industri, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang semakin dibutuhkan dalam menghadap dinamika  industri masa depan. 

Berita Terkait :  DPMPTSP Jatim Dituding Hambat Perizinan Pendirian Sekolah

Selain menghadirkan teknologi dan solusi industri terkini, Manufacturing Surabaya 2026 juga melengkapi penyelenggaraannya dengan berbagai program yang dirancang untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang bisnis.

Program-program tersebut  meliputi Forklift Hero Competition edisi ke-3, Kaizen Clinic, HSE Championship serta Business  Matching Programme yang mempertemukan peserta dengan calon mitra bisnis potensial, mendorong  transfer pengetahuan, serta mempercepat terbentuknya kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem industri 

Pada penyelenggaraan tahun ini, Manufacturing Surabaya 2026 menghadirkan lebih dari 150 peserta  pameran dari 17 negara yang menempati area pameran seluas 7.887 meter persegi. Selama empat  hari penyelenggaraan, pameran ini menargetkan pengunjung dari berbagai sektor, mulai dari  manufaktur, otomasi, energi, agrikultur, hingga industri pendukung lainnya, serta jumlah pengunjung  lebih dari 9.000, atau naik 25 persen dari tahun sebelumnya. 

Didukung oleh beberapa eksibitor unggulan seperti Gardner Denver, Sodick dan Trakindo  Indonesia, Manufacturing Surabaya 2026 iharapkan menjadi penggerak kolaborasi yang mempertemukan inovasi, investasi dan kemitraan strategis alam satu ekosistem industri.

Memasuki  dua dekade penyelenggaraannya, Manufacturing Surabaya terus memperkuat perannya sebagai  katalis transformasi industri yang menghubungkan berbagai sektor strategis sekaligus mempertegas  posisi Timur Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan manufaktur nasional. [riq.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!