Kota Probolinggo, Bhirawa. – Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peluncuran SIGAP PRO (Sinergi Gerakan ASN dan Masyarakat untuk Penanganan Stunting Kota Probolinggo). Program tersebut diharapkan memperluas keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat dalam mendukung pendampingan keluarga berisiko stunting.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, mengatakan prevalensi stunting di Kota Probolinggo hingga Desember 2025 tercatat 9,56 persen atau sebanyak 1.803 balita, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 9,88 persen.
“Generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan bersama,” ujarnya.
Sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting, Pemerintah Kota Probolinggo meluncurkan SIGAP PRO yang mendukung Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), salah satu program prioritas nasional Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, menyebut capaian pelaksanaan Program GENTING di Kota Probolinggo telah melampaui target. Dari target pendampingan 951 keluarga sasaran, realisasinya disebut telah mencapai 160 persen.
“Alhamdulillah, hingga hari ini capaian Kota Probolinggo telah mencapai 160 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Timur,” katanya.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengatakan SIGAP PRO dirancang sebagai penguatan gerakan pencegahan stunting melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, keterlibatan ASN tidak cukup berhenti pada pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial di tengah masyarakat.
“Di akhir 2025, saya konsen untuk pengentasan stunting ini, maka waktu itu keluarlah ide SIGAP PRO ini, dan bebarengan bapak Menteri mengeluarkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting),” ungkapnya.
Aminuddin mengajak ASN, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan stunting agar penanganannya tidak hanya bergantung pada pemerintah.
“Saya mengajak seluruh ASN Pemerintah Kota Probolinggo untuk menjadikan SIGAP PRO bukan sekadar program, tetapi menjadi budaya gotong royong yang tumbuh dalam setiap diri ASN. Saya juga mengajak dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, komunitas, dan seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam gerakan mulia ini,” ujarnya.
Peluncuran SIGAP PRO dilakukan bertepatan dengan Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Probolinggo Tahun 2026. Pada ajang tersebut, Muhammad Adhiyatma Arkananta Wirawan dan Nadira Putri Aretha Hidayat terpilih sebagai Duta GenRe Kota Probolinggo 2026 dan akan bertugas mengedukasi remaja mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta pencegahan perilaku berisiko. (fir.hel)


