28.3 C
Sidoarjo
Friday, July 10, 2026
spot_img

Wakil Presiden RI Tinjau Jalan Tol Prosiwangi Sisi Situbondo Barat

“ Jasa Marga Percepat Penyelesaian Proyek Guna Perkuat Konektivitas Jawa-Bali “

Situbondo, Bhirawa – Orang kedua di Tanah Air yang juga Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) pada Jumat (10/7).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sepanjang 175,4 km yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB). Proyek ini dirancang untuk melengkapi konektivitas dari Jakarta hingga ujung timur Pulau Jawa sebagai akses utama menuju Pulau Bali.

Turut hadir mendampingi Wakil Presiden RI dalam kegiatan peninjauan ini, yaitu Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, Direktur Utama PT JPB Adi Prasetyanto, serta jajaran Jasa Marga Group. Selain itu juga Gubernur Jatim, Pangdam, Kapolda, Bupati Situbondo berikut jajaran Forkopimda Situbondo.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Jalan Tol Prosiwangi diharapkan mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing wilayah, serta membuka lebih banyak peluang investasi dan lapangan kerja di Jawa Timur,” ujar Gibran.

Berita Terkait :  Usai Serahkan LKPD 2025, Pemkab Kediri Tekankan Akuntabilitas Anggaran

Sementara itu Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa Perseroan berkomitmen menuntaskan pembangunan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan tata kelola yang baik.

“Jasa Marga terus mengakselerasi penyelesaian Jalan Tol Prosiwangi sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan nasional. Kami memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan dengan mengedepankan aspek kualitas, keselamatan, keberlanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi kawasan,” sebut Rivan.

Saat ini, proyek pembangunan jalan tol ini diprioritaskan pada Tahap I Ruas Gending–Besuki sepanjang 49,7 km. Berdasarkan data per Juli 2026, Seksi 1 Gending–Kraksaan (12,88 km) dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton (11,20 km) telah 100 persen rampung konstruksi fisik dan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).

“Sementara Seksi 3 Paiton–Besuki (25,60 km) telah 100% selesai pekerjaan jalan utama sejak April 2026 dan saat ini dalam tahap akhir Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO),” imbuh Rivan.

Masih kata Rivan, komitmen terhadap keselamatan dan keberlanjutan juga menjadi prioritas. Seluruh paket pekerjaan konstruksi Tahap I berhasil mencatatkan zero accident. Selain itu, proyek ini menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal dari Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

“Ketika beroperasi, Jalan Tol Prosiwangi diproyeksikan memangkas waktu tempuh Probolinggo–Besuki menjadi 1 jam 15 menit. Nantinya ketika beroperasi penuh keseluruhan tahapan dalam proyek ini, Probolinggo–Banyuwangi menjadi hanya sekitar 3 jam yang semula 5 jam,” imbuh Rivan.

Berita Terkait :  Duo Cyclist Asal Sidoarjo Tempuh 1945 KM untuk Peringati Kemerdekaan di IKN

TDK hanya itu, Rivan juga menyebut ada  efisiensi mobilitas ini diyakini akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kehadiran tol ini akan memperlancar rantai pasok logistik menuju kawasan industri Paiton dan Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang penyeberangan Jawa–Bali.

“Ini, sekaligus meningkatkan konektivitas pariwisata unggulan di wilayah Tapal Kuda hingga Banyuwangi serta membuka ruang usaha baru bagi pelaku UMKM setempat,” ujarnya

Sebagai wujud pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sambung dia, Jalan Tol Prosiwangi mengusung konsep Green Toll Road_ selaras dengan roadmap jalan tol berkelanjutan Kementerian Pekerjaan Umum. Inovasi ramah lingkungan diimplementasikan mulai dari area konstruksi, rest area hingga gedung kantor operasional PT JPB.

“Ada keunggulan lingkungan tol ini ditandai dengan perolehan Rekor MURI atas pemasangan hybrid Wind Tree yakni inovasi pohon hibrida angin dan surya yang memadukan 35 solar petal dan 30 aeroleaf untuk memproduksi daya listrik mandiri hingga 12,4 kW untuk menyuplai kebutuhan operasional kantor. Di samping itu, efisiensi energi didukung oleh sistem pengelolaan air (water treatment) yang didaur ulang untuk pasokan air pemadam kebakaran, flushing, toilet, serta penyiraman taman,” tutur Rivan.

Khusus tahapan struktur jalan, penggunaan inovasi timbunan batu juga terbukti berhasil mengoptimalkan biaya konstruksi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan secara masif melalui pengurangan emisi karbon sebesar 6,3 juta kgCO2e atau mereduksi dampak emisi hingga mencapai 45,4%.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Siapkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk APBD 2025

“Melalui perpaduan konektivitas dan kelestarian ekologis ini, Jasa Marga memastikan Jalan Tol Prosiwangi mampu memberikan nilai tambah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Kesiapan operasional pada proyek ini juga menjadi bukti nyata dari perwujudan Jasa Marga bersama Danantara Indonesia untuk selalu Melayani Sepenuh Hati dalam merajut konektivitas nasional secara andal,” terangnya.

Nah, sambung Rivan, melalui sinergi dan koordinasi tersebut, Jasa Marga berkomitmen penuh untuk terus mengawal percepatan pembangunan sisa ruas tol ini hingga tuntas demi mendorong akselerasi pemerataan ekonomi dan pariwisata di koridor timur Pulau Jawa. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!