Sampang, Bhirawa — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ghe_ik Bintang yang digagas oleh SMK Swasta (SMKS) Miftahul Ulum, Desa Pekalongan, Kecamatan Sampang, menorehkan prestasi gemilang. Berkat pembinaan dari Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML), produk binaan sekolah ini kini mampu menembus berbagai ajang pameran dari tingkat lokal hingga nasional.
Junaidil Hadi, selaku Pemilik UMKM Ghe_ik Bintang sekaligus Kepala Sekolah SMKS Miftahul Ulum saat ini, menceritakan bahwa usaha ini lahir tepat di tengah pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Awalnya dibentuk sebagai wujud komitmen sekolah agar mampu menghasilkan produk nyata sesuai keahlian masing-masing jurusan di lingkungan sekolah.
“Produk kami yang diberi nama merek ‘Ekajeih’ kala itu mulai diterima masyarakat sebagai penawar alternatif di tengah ganasnya pandemi. Awalnya kami bukan siapa-siapa, berangkat dari lembaga pendidikan kejuruan ini. Kami sempat kesulitan mencari dukungan hingga akhirnya berkenalan dengan Mas Fery, Asisten Hubungan Lapangan, yang kemudian memperkenalkan kami kepada Bapak Ali (Almarhum), Kepala Hubungan Situs. Seperti gayung bersambut, Alhamdulillah HCML bersedia membina UMKM berbasis sekolah kami ini,” ujarnya usai mengikuti pertemuan daring, Selasa (7/7).
Berkat dukungan dan pendampingan penuh dari HCML, UMKM ini mulai menemukan titik balik perkembangannya. Kini Ghe_ik Bintang berkesempatan mengikuti berbagai pameran berskala nasional yang mencakup wilayah Nusa Tenggara, Jawa, hingga Bali, dan bahkan meraih predikat sebagai salah satu produk terbaik.
“Kami juga telah tampil di pameran nasional Jakarta Convention Center (JCC) serta ajang serupa di Solo, semua berkat pendampingan yang tak kenal lelah dari HCML. Bahkan hari ini, kami diundang oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Pusat Ekspor Surabaya, mengikuti sesi daring dari ruang pintar (smart room) di lingkungan Pemkab Sampang dengan tema ‘Tren dan Potensi Pasar Produk Makanan Olahan ke Negara Maladewa’,” jelasnya.
Ia pun berharap, semangat dan perkembangan UMKM ini dapat memicu pelaku usaha lain, khususnya di Kabupaten Sampang, agar terus tumbuh dan berkembang selaras dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. [lis.kt]


