31.7 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

Digitalisasi Perlinsos Dimulai di Jatim, Penyaluran Bansos Ditarget Lebih Tepat Sasaran

Pemprov, Bhirawa – Pemerintah memulai transformasi digital penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui sistem Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) secara end to end. Jawa Timur ditunjuk sebagai daerah piloting untuk menguji implementasi sistem tersebut.

Langkah ini diambil menyusul hasil evaluasi yang menunjukkan sekitar 45 persen penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai tidak tepat sasaran. Kondisi itu mendorong pemerintah membangun sistem yang lebih akurat, transparan, dan terintegrasi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Dra Restu Novi Widiani MM mengatakan, saat ini terdapat empat daerah di Jawa Timur yang menjadi lokasi piloting. Keempatnya yakni Kabupaten Banyuwangi, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Mojokerto.

“Banyuwangi menjadi lokasi awal pelaksanaan pada 18 September hingga 15 Oktober 2025 dengan sasaran sekitar 640 ribu kepala keluarga. Selanjutnya, pada Juni hingga Juli 2026 implementasi diperluas ke Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Mojokerto,” ujar Novi.

Kota Surabaya menjadi wilayah dengan sasaran terbesar sekitar satu juta kepala keluarga. Sementara Kota Malang mencakup sekitar 295 ribu kepala keluarga dan Kota Mojokerto sebanyak 142.413 jiwa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga akan mengusulkan perluasan lokasi piloting ke sejumlah daerah. Daerah yang diusulkan meliputi Kota Madiun, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Batu, serta Kabupaten Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban.

Berita Terkait :  Disperpusip Jatim Hadirkan Layanan Ruang Diskusi Gratis bagi Masyarakat

Melalui sistem ini, masyarakat yang merasa berhak menerima bansos dapat mengajukan usulan secara mandiri melalui portal perlinsos.kemensos.go.id. Bagi warga yang tidak memiliki telepon seluler, pendaftaran dapat dibantu agen perlindungan sosial yang terdiri atas pendamping PKH, tenaga kesejahteraan sosial, camat, lurah atau kepala desa, serta operator desa/kelurahan.

Novi menegaskan piloting ini menjadi kesempatan bagi Pemprov Jatim untuk memastikan Digitalisasi Perlinsos berjalan optimal dan dapat menjadi acuan nasional. “Melalui piloting ini, Pemprov Jatim ingin memastikan implementasi Digitalisasi Perlinsos dapat berjalan dengan baik sehingga nantinya dapat menjadi referensi dalam penerapan di daerah lain,” katanya.  [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!