31.7 C
Sidoarjo
Wednesday, July 8, 2026
spot_img

206 Petinju Bersaing di Piala Wali Kota Surabaya dan Berburu Tiket Porprov

Surabaya, Bhirawa

 Kejuaraan memperebutkan Tinju Piala Wali Kota Surabaya bakal berlangsung seru, sebab event yang diikut 206 petinju tidak hanya berburu juara, namun mereka juga berambisi untuk merebut tiket bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 yang digelar di Kota Pahlawan.

Kejuaraan tinju Piala Wali Kota Surabaya yang digelar di Gelora Pancasila pada 26–28 Juni 2026 menjadi ajang adu prestasi bagi para atlet, sebab mereka harus tampil maksimal untuk menjadi juara. Selain itu event ini juga dijadikan salah satu ajang seleksi untuk Porprov bagi beberapa daerah.

  Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengaku bangga melihat antusiasme peserta dan optimistis lahir bibit-bibit petinju baru yang mampu bersaing hingga level nasional bahkan internasional.

 Menurutnya, pembinaan tinju harus menjadi investasi jangka panjang mengingat cabang olahraga ini masuk dalam daftar nomor yang diproyeksikan dipertandingkan pada Porprov 2027. “Kami berharap tidak berhenti di level daerah. Atlet-atlet yang lahir dari kompetisi seperti ini harus mampu menembus level nasional hingga internasional,” ujarnya.

 Herry menambahkan, Pemerintah Kota Surabaya bersama KONI dan Pertina akan terus bersinergi memperkuat pembinaan atlet agar mampu mendulang medali saat menjadi tuan rumah Porprov.

 Sementara itu, Ketua Pengkot Pertina Surabaya, Ferlix, menegaskan Piala Wali Kota menjadi ajang penting untuk mengasah mental bertanding para petinju sebelum tampil di Porprov. Ia memasang target tinggi, yakni tujuh medali emas dari 25 kelas yang dipertandingkan. Target tersebut meningkat drastis dibanding capaian Porprov sebelumnya ketika Surabaya hanya mampu membawa pulang satu medali emas.

Berita Terkait :  Upaya Penanggulangan Kusta, Menteri Kesehatan RI Kunjungi Sampang

 “Kami ingin atlet mendapat jam terbang sebanyak mungkin melalui sparring dan pertandingan. Target kami di Porprov adalah juara umum,” tegasnya.

 Ferlix mengakui persaingan tidak akan mudah. Berdasarkan peta kekuatan saat ini, Kabupaten Ngawi menjadi lawan terberat, disusul Kabupaten Blitar. Meski demikian, ia memastikan Surabaya tidak gentar. “Ngawi dan Blitar memang kuat, tetapi kami tidak patah semangat. Surabaya harus berani karena target besar sudah menanti,” katanya.

 Di sisi lain, Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, memberikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kota Surabaya terhadap penyelenggaraan Piala Wali Kota. Menurutnya, turnamen ini menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kesiapan atlet tinju menghadapi Porprov 2027.

 Meski Pertina memasang target tujuh emas, KONI Surabaya menilai peluang meraih hasil lebih besar masih terbuka. “Saya rasa Pertina mampu meraih 7 sampai 10 medali emas. Yang terpenting target itu realistis dan benar-benar bisa diwujudkan melalui persiapan yang matang,” ujar Arderio.

 Ia memastikan seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan menuju Porprov telah menjalani program latihan selama beberapa bulan terakhir. Sistem promosi dan degradasi atlet juga terus diterapkan agar hanya atlet terbaik yang mewakili Surabaya.

 Dengan status sebagai tuan rumah Porprov 2027 dan target ambisius 250 medali emas dari Pemerintah Kota Surabaya, cabang olahraga tinju diharapkan menjadi salah satu penyumbang prestasi terbesar. Piala Wali Kota pun menjadi awal pembuktian apakah ambisi tersebut benar-benar bisa diwujudkan di arena pertandingan. wwn

Berita Terkait :  Bupati Tulungagung Tunjuk Plt untuk Isi Kekosongan Delapan Kepala OPD Eselon II

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!