28.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

BPBD Jatim Adopsi Manajemen Krisis Jepang, Akselerasi Sistem Penanggulangan Bencana Berstandar Dunia

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur terus bergerak progresif dalam meningkatkan kapasitas tata kelola kebencanaan di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam forum internasional The 10th International Conference on Integrated Crisis Management yang berlangsung di Chiba Institute of Science (CIS), Jepang, Sabtu (13/6/2026). Di sana, delegasi Jawa Timur membedah berbagai praktik terbaik (best practices) dalam sistem manajemen krisis terpadu.
Delegasi BPBD Jatim yang hadir dalam forum bergengsi ini dipimpin Kabid KL BPBD Jatim, Satriyo Nurseno. Turut mendampingi, Kasubbag Umum dan Kepegawaian BPBD Jatim, Galih Perwira Kusuma; Ketua Tim Pusdalops, Muhammad Amrul; serta Analis SDM Aparatur Ahli Pertama, Dino Andalananto. Selain itu, hadir pula Kepala UPT PPK BPKAD Prov. Jatim, Marta Mukti Widodo.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap operasional penanganan krisis di Jawa Timur, pihak CIS menyerahkan bantuan teknologi berupa kamera pengawas dan panel surya (solar panel). Perangkat ini diproyeksikan untuk mengoptimalkan kesiapsiagaan di lapangan. Di sisi lain, forum ini juga menyajikan dinamika global lewat kuliah utama dari Visiting Professor CIS, Hirotaka Yamashita, yang mengupas tajam tema ‘Japan’s Security as Seen from the Iran and Ukraine Wars’.

Urgensi penguatan sistem di dalam negeri turut disuarakan oleh Dewan Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Mu’man Nuryana, bersama Associate Professor Faculty of Risk and Crisis Management CIS, Hitoshi Igarashi. Keduanya menekankan pentingnya penerapan Incident Command System (ICS) dalam penanganan bencana berskala besar.

Berita Terkait :  Coklit Selesai, Pj Wali Kota Mojokerto Imbau Masyarakat Cek Status Pemilih

Menurut mereka, intervensi bencana skala masif mutlak membutuhkan standardisasi koordinasi melalui ICS. Sistem ini krusial agar seluruh elemen, mulai dari organisasi pemerintah, relawan, hingga lembaga donor, dapat bergerak simultan sebagai satu kesatuan tim yang solid.

Perspektif komprehensif penanganan krisis juga dipaparkan oleh Profesor University of Human Arts and Sciences, Hiromitu Sato. Berdasarkan rekam jejak Jepang, ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak boleh parsial. Pola penanganan harus terintegrasi dan berkelanjutan, bukan sekadar bertumpu pada evakuasi korban dan pemulihan infrastruktur fisik yang rusak.

Merespons hal ini, Kabid KL BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menegaskan, keterlibatan dalam konferensi ini merupakan momentum krusial untuk mendongkrak kapasitas kelembagaan, sekaligus memperluas jejaring kemitraan internasional. Jawa Timur menyerap banyak formula penting terkait penguatan sistem komando, integrasi lintas sektor, manajemen risiko, serta urgensi edukasi budaya siaga bagi masyarakat. Pengalaman panjang Jepang akan menjadi cetak biru berharga untuk meningkatkan mutu proteksi bencana di Jawa Timur.

Menatap masa depan, kolaborasi antara CIS dan BPBD Jatim dipastikan akan terus berlanjut secara berkesinambungan. Salah satu implementasi nyata yang disiapkan adalah penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa pendidikan dari CIS.

Konferensi internasional ini ditutup dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan pemikiran dari sejumlah pakar lintas sektor, antara lain Kunihiro Mimura dari Tokyo Healthcare University, Tamotsu Shinozuka dari CIS, serta Hidehiro Kimura dan Hiroya Toda, yang bersama-sama merumuskan penguatan sistem manajemen krisis terpadu di era modern. [rac.fen]

Berita Terkait :  Diduga Korsleting, Dua Rumah Karyawan PG Asembagus Situbondo Ludes Terbakar

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!