Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Wisuda ke-120 dengan meluluskan sebanyak 1.500 wisudawan di Graha Unesa, Surabaya. Unesa menyiapkan berbagai program penguat kompetensi bagi para mahasiswa, selain perkuliahan formal juga membekali lulusan berbagai aktivitas tambahan serta sertifikasi kompetensi sebagai pendamping ijazah.
Rektor Unesa, Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes. mengatakan alumni harus mampu mencarikan solusi dan harus beradaptasi di era ini dan mampu beradaptasi akan menjadi pemenang, harus tangguh, tidak boleh cemen, tidak boleh mudah putus asa, dan selalu menjadi SDM yang unggul di era digital
“Langkah ini diambil supaya para alumni mampu beradaptasi dengan cepat di luar kampus, baik di sektor industri maupun lembaga pengguna lulusan lainnya,” katanya.
Lanjut Nurhasan mengukapkan mengenai peluang bagi lulusan terbaik untuk mengabdi kembali di Unesa sebagai dosen, pihak kampus membuka kesempatan secara terbuka, selama lulusan memenuhi kualifikasi, kompetensi, dan standar yang telah ditetapkan.
“Syarat minimal untuk menjadi dosen di Unesa adalah lulusan S2 luar negeri atau lulusan S3, baik dari dalam maupun luar negeri yang memiliki rekam jejak akademik yang baik,” katanya.
Nurhasan mengatakan bahwa turut berduka cita atas kehilangan salah satu mahasiswinya, kehadiran keluarga untuk menerima bukti kelulusan Linda Ayu Tivani. “Kami menyampaikan duka cita yang atas berpulangnya salah satu mahasiswi kami, hari ini keluarganya hadir mewakili untuk menerima bukti kelulusan yang menjadi hasil perjuangan almarhumah selama menempuh pendidikan di Unesa,” pungkas Nurhasan.
Rektor Unesa berkomitmen membantu pendidikan adik Linda sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga. “Adiknya kami beri beasiswa melanjutkan studi di Unesa setelah lulus sekolah, berharap bisa meneruskan cita-cita dan semangat kakaknya dalam menempuh pendidikan,” tuturnya.
Orang Tua Mahasiswi Kartiwi mengatakan perhatian dari kampus jadi penghiburan di tengah kehilangan yang masih dirasakannya, selama ini keluarga berupaya keras supaya anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin.
“Terima kasih, ini bukan keluarga yang berkecukupan, semua dicari sedikit demi sedikit untuk anak-anak agar bisa sekolah, missal dapat beasiswa, saya senang sekali, biar bisa melanjutkan seperti kakaknya,” katanya. [ren.wwn]


