28.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

6.000 Relawan SPPG di Tulungagung Kehilangan Pendapatan Selama Libur Sekolah

Tulungagung, Bhirawa. – Tidak beroperasionalnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama libur sekolah berdampak pada sekitar 6.000 relawan di Tulungagung. Mereka kehilangan pendapatan sampai SPPG beroperasional kembali.

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengaku ada sekitar 6.000 relawan yang terdampak akibat SPPG tidak beroperasional selama libur sekolah. “Kalau tenaga kerjanya relawannya itu katakanlah setiap SPPG 48 (relawan). Kita sudah 129 SPPG. Jadi kurang lebih ada 5.000 sampai 6.000 tenaga kerja yang terdampak,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini dengan jumlah 129 SPPG yang beroperasi di Tulungagung, mereka melayani ribuan penerima manfaat. “Jadi dengan 129 SPPG penyalurannya untuk sekitar 200.000 penerima manfaat,” imbuhnya.

Tidak hanya siswa sekolah yang tidak mendapat lagi penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah, tetapi juga bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui. “Beda dengan regulasi tahun lalu. Tahun ini termasuk juga (yang libur) untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui,” tutur Sebrina.

Perempuan berjilbab ini sebelumnya menyebut penghentian sementara operasional SPPG sesuai SE dari BGN. Tidak ada kegiatan operasional selama libur sekolah.

“SPPG beroperasi kembai setelah libur sekolah selesai. Nanti pada tanggal 13 Juli 2026 aktif lagi,” paparnya.

Sebrina membeberkan pula jika selama libur sekolah, BGN melakukan evaluasi terhadap SPPG. Evaluasi terkait sarana prasarana (sarpras), kebersihan, sampai administrasi yang perlu dipersiapkan untuk menunjang SPPG.

Berita Terkait :  Dinsos Jatim Berikan Pelayanan Pemulangan 18 OT Saat Bulan Puasa

“Kita butuh SPPG itu benar-benar ditunjang secara sarpras memenuhi standar. Seperti ISO. Kan stadarnya internasional. Mungkin ke depan itu (ISO). Rencannaya begitu dan pernah dibicarakan,” paparnya lagi.

Sementara itu, terkait temuan setelah melakukan evaluasi di SPPG, Sebrina mengatakan ditemukan terkait sarpras dan pengadaan bahan baku yang masih disuplai oleh beberapa suplaier saja. “Kalau ini yang terjadi kita kasih rekomendasi, apa saja yang harus diperbaiki. Ada surat pernyataannya juga,” pungkasnya. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!