Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bangil, di Kabupaten Pasuruan jebol. Seorang tahanan kasus narkotika dilaporkan berhasil melarikan diri dari dalam Rutan pada Selasa (23/6) siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Hingga Kamis (25/6), petugas gabungan masih berjibaku melakukan perburuan terhadap tahanan yang berstatus titipan kejaksaan tersebut.
Informasi yang dihimpun, aksi pelarian ini terbilang nekat karena dilakukan di tengah hari bolong. Tahanan tersebut diduga kuat memanfaatkan kelemahan infrastruktur rutan. Ia memanjat dan merayap melewati tembok pembatas di bagian selatan rutan yang melompati area steril.
Begitu berhasil melewati barikade kawat berduri dan mendarat di luar area rutan, pelarian berlanjut menyusuri gang kecil yang berada tepat di sisi selatan bangunan. Pelarian di siang bolong ini sempat diketahui oleh warga setempat. Sejumlah warga mengaku melihat seseorang melintas dari arah tembok rutan dengan tergesa-gesa.
Kendati demikian, warga tidak menaruh curiga lantaran pria tersebut mengenakan pakaian bebas, menyerupai masyarakat sipil pada umumnya. Sebagai informasi, tahanan yang kabur ini merupakan tangkapan kasus narkoba yang statusnya telah memasuki tahap penuntutan.
Berkas perkaranya baru saja dilimpahkan dari penyidik kepolisian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, sebelum akhirnya dititipkan ke Rutan Bangil sembari menunggu proses persidangan.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Bangil, Yanuar Rinaldi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden memalukan yang mencoreng institusinya tersebut.
”Benar, ada satu (tahanan kabur). Yang bersangkutan melompati dinding,” ujar Yanuar saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (25/6).
Yanuar tidak menampik ada ada celah infrastruktur yang menjadi titik lemah keamanan di rutan yang dipimpinnya. Ia mengakui ada bagian tembok rutan di sisi selatan yang posisinya tidak setinggi sisi-sisi lainnya. Celah fisik itulah yang diduga kuat dipetakan dengan cermat oleh pelaku sebelum nekat melarikan diri.
Meski demikian, pihak Rutan masih enggan membeberkan secara rinci mengenai identitas, inisial, maupun rekam jejak kasus tahanan narkotika yang kabur itu. Kronologi detail mengenai bagaimana pelaku bisa lepas dari pengawasan sipir di jam aktif juga belum dibuka secara gamblang.
Akibat insiden itu, Rutan Bangil langsung memperketatn pengamanan dan melakukan evaluasi besar-besaran. Pemeriksaan internal kini tengah berjalan untuk mendalami apakah ada unsur kelalaian petugas jaga atau bahkan potensi keterlibatan pihak luar dalam pelarian siang bolong ini.
Untuk mengejar pelaku, Rutan Bangil telah membentuk tim khusus dan berkoordinasi intensif dengan jajaran Polres Pasuruan. Tim buru sergap (buser) disebar ke sejumlah titik yang disinyalir menjadi jalur pelarian atau tempat persembunyian pelaku.
”Kini Tim Khusus masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan pencarian dan pengejaran. Kami berkoordinasi erat dengan aparat kepolisian,” kata Yanuar. [hil.fen]


