27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Dinas Kesehatan Sidoarjo Target Bisa Raih KKS Swasti Saba Wiwerda

Sidoarjo, Bhirawa
Kepala Bidang Peningkatan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Inensa Khoirul Harap MM mengatakan, untuk menjadikan pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo yang bersih dan sehat, tidak bisa dari Dinas Kesehatan saja.

”Tetapi harus kompak mulai unsur Pemerintah, pengelola pasar, pedagang dan masyarakat,” kata Kepala Bidang Peningkatan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Inensa Khoirul Harap MM, Selasa (23/6) kemarin, di Ruang Rapat Delta Karya Setda Sidoarjo, saat pertemuan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dalam rangka pembinaan pada tatanan pasar.

dr Inensa menjelaskan, mewujudkan kondisi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) pada tatanan pasar, agar bisa menjadi bersih dan sehat, ada tantangannya. Dengan semangat dirinya mengatakan InsyaAllah tidak sulit, asal semua komponen mau berjuang bersama-sama demi Kabupaten Sidoarjo.

Menurut dr Inensa, kini kondisi pasar tradisional di Sidoarjo memang masih jauh dari kondisi bersih. Sebab sejumlah tatanan di pasar dievaluasi belum dilengkapi. Misalnya, belum ada kawasan bebas merokok, kondisi air baku mutu jarang diperiksa dan tidak sarana Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kesehatan.

”Bila ada kemauan, InsyaAllah tidak akan sulit,” ujar dosen kedokteran di UNESA itu.

Hal itu dibuktikan, pada tahun 2025 lalu, Program KKS kategori Swasti Saba Padapa, bisa diraih Kabupaten Sidoarjo. Pada tahun 2026 ini ditargetkan bisa meraih Swasti Saba Wiwerda.

Berita Terkait :  Wujudkan Kondusivitas, Satlantas Polres Situbondo Bagikan Brosur pada Pengendara

Dalam pertemuan pembinaan pada tatanan pasar ini, kelompok-kelompok masyarakat terkait pembenahan tatanan pasar diundang. Dari Pemkab Sidoarjo ada Dinkes, Bappeda, Disperindag dan Dinas LHK Sidoarjo. Dari masyarakat ada unsur paguyuban pedagang pasar tradisional.

Tim Pembina Kebersihan Pasar dari Disperindag Pemprov Jatim, Yossy Novitiyaningtias, yang didaulat menjadi salah satu narasumber pembinaan pada tatanan pasar, memberikan arahan kepada pengelola pasar tradional di Sidoarjo agar membenahi sarana publik yang ada di lingkungan pasar.

”Misalnya membenahi fasilitas toilet, tempat laktasi untuk pembeli , tempat Pengelolan sampah harus berkonsep 3R yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (daur ulang),” ujarnya, memberikan semangat kepada pengelola pasar tradisional.

Sementara Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, Indah Yuliati, juga memberikan semangat kepada pengelola pasar untuk terus dan tetap semangat dalam mengelola pasar tradisional yang selama ini memang menjadi tanggung jawabnya.

”Ayo semangat, kita raih Kota Adipura dan Kabupaten/Kota Sehat,” ajaknya.

Pengelola pasar tradisional di Watu Tulis Kecamatan Prambon, Edi mengatakan, pasar yang bersih akan membuat pembeli senang. Yang bertanggung jawab agar pasar bisa bersih adalah pengelola pasar, pedagang dan pembelinya.

Perwakilan paguyuban pedagang pasar dari Pasar Tradisional Wonoayu, M Yusuf, mengaku senang dengan lingkungan pasar yang bersih, karena membuat nyaman para pembeli yang datang.

”Kami para pedagang pasar tentu saja sangat mendukung kondisi lingkungan pasar bisa menjadi bersih, nyaman dan aman,” ujarnya. [kus.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!