28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Komitmen Pembangunan Inklusif, Plt Bupati Tulungagung Buka Muspadi 2026

Pemkab Tulungagung, Bhirawa
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, membuka Musyawarah Perempuan, Anak dan Disabiltas (Muspadi) Tahun 2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bonso, Selasa (23/6). Muspadi diselenggarakan sebagai komitmen dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkeadilan dan memperhatikan kelompok rentan.

“Data kependudukan tahun 2025 menunjukkan bahwa penduduk Tulungagung mencapai 1,142 juta jiwa, di mana 49,91% adalah perempuan yang menjadi pilar utama pembangunan,” ujar Plt Bupati Baharudin saat menyampaikan sambutannya.

Namun demikian, lanjut dia, perempuan saat ini dihadapkan pada tantangan serius kesetaraan gender dalam pembangunan. Perempuan masih menghadapi persoalan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, dan juga partisipasi publik. “Bahkan, pada tahun 2025, UPTD PPA mencatat terjadi 18 laporan pengaduan terhadap perempuan,” tambahnya.

Plt Bupati Baharudin juga membeberkan, Tulungagung juga menghadapi permasalahan dalam perlindungan anak. Kasus kekerasan pada anak, seperti kekerasan fisik, seksual, dan penelantaran, jumlahnya lebih banyak dibanding kasus kekerasan pada perempuan dewasa. “Sepanjang 2025, terdapat 243 laporan pada ULT PSAI dan 70 laporan pengaduan terkait anak pada UPTD PPA,” ungkapnya.

Dan tantangan lainnya pada kelompok rentan, menurut dia, adalah permasalahan kesejahteraan pada penyandang disabilitas. Saat ini, berdasarkan studi Bappeda diperkirakan terdapat sekitar 34 ribu jiwa penyandang disabilitas, baik karena faktor bawaan, maupun karena penyakit dan kecelakaan. “Fakta-fakta tersebut mengingatkan kita, bahwa isu perlindungan perempuan dan anak, serta disabilitas, bukan hanya sekedar catatan, tetapi menyangkut harkat dan martabat manusia yang harus selalu kita perjuangkan,” tandasnya.

Berita Terkait :  Komisi IX DPR RI Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Ketenagakerjaan di Surabaya

Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini memastikan suara kelompok rentan telah masuk ke dalam dokumen perencanaan pembangunan. Apalagi proses Muspadi berjenjang mulai tingkat desa sampai kabupaten. “Saya berharap, Muspadi tahun 2026 ini betul-betul mampu menyerap aspirasi kelompok rentan, khususnya kelompok perempuan, anak, dan disabilitas. Terlebih lagi, forum ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran Pemkab Tulungagung, tetapi juga organisasi perempuan, aktivis anak, komunitas disabilitas, akademisi, dunia usaha, dan juga media,” paparnya.

Acara pembukaan Muspadi 2026 juga dimeriahkan dengan penampilan dalang cilik, Rama Satya Putra. Siswa kelas 7 SMPN 1 Bandung itu mementaskan wayang secara singkat dengan lakon Jalma Tan Keno Ing Ngino. Lakon yang menceritakan kesetiaan Sukrosono kepada Sumantri.

Kisah Sumantri dan Sukrosono mengajarkan tentang persaudaraan, pengorbanan dan cara manusia memandang nilai seseorang. Sumantri merupakan sosok kesatria yang tampan, sakti dan dihormati.[wed.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!