Kota Malang, Bhirawa
Pemkot Malang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademis untuk memacu pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Terbaru, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap Universitas Brawijaya (UB) yang menerjunkan mahasiswanya melalui program Kampung Lingkar Kampus (KLK) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (P3M) di seluruh wilayah Kota Malang.
Program pengabdian masyarakat ini menyasar 57 kelurahan yang tersebar di Kota Malang. Wahyu menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian nyata dari perguruan tinggi terhadap lingkungan sekitar kampus.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Rektor Universitas Brawijaya. Program KLK dan P3M ini sangat baik karena menyatukan keinginan perguruan tinggi dengan upaya penyelesaian masalah serta pemetaan potensi yang dimiliki masyarakat di 57 kelurahan,” ujar Wahyu Hidayat saat ditemui awak media.
Wahyu menjelaskan bahwa kehadiran para mahasiswa di tengah masyarakat akan membawa dampak positif, terutama dalam mentransfer teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan karakteristik unik dari masing-masing kelurahan.
Lebih dari itu, Pemkot Malang juga akan menyelaraskan kehadiran mahasiswa ini dengan program-program strategis daerah yang sedang berjalan. Salah satu fokus utamanya adalah pengawalan program “RT Berkelas” yang mengucurkan anggaran senilai Rp50 juta per Rukun Tetangga (RT).
“Salah satu program pemerintah yang melibatkan mahasiswa adalah penyusunan program pembangunan di tingkat bawah. Kita punya program RT Berkelas dengan alokasi Rp50 juta per RT. Nanti adik-adik mahasiswa ini bisa membantu masyarakat untuk sama-sama menyusun program prioritas yang benar-benar dibutuhkan warga,” urai orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut.
Selain fokus pada pembangunan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi makro di tingkat RT, para mahasiswa juga diharapkan ikut andil dalam menyukseskan program strategis nasional, salah satunya dalam mengendalikan laju inflasi daerah melalui gerakan Cabenisasi.
Menurut Wahyu, komoditas cabai hingga saat ini masih menjadi salah satu faktor pemicu inflasi yang cukup tinggi di Kota Malang. Oleh karena itu, gerakan menanam cabai secara mandiri di tingkat kelurahan menjadi langkah intervensi yang sangat krusial.
“Kemarin teman-teman wartawan juga sudah mengikuti, saya ikut menanam dan memanen cabai langsung. Melalui program ini, kelurahan yang memiliki potensi lahan akan dibantu dengan bibit-bibit cabai,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, pemetaan wilayah untuk program ketahanan pangan ini sudah mulai berjalan dengan memprioritaskan kawasan yang memiliki karakteristik lahan yang mendukung.
“Untuk dominasi wilayahnya saat ini ada di Kecamatan Kedungkandang, serta beberapa luasan lahan potensial yang berada di Kecamatan Blimbing. Kita harapkan dengan adanya bantuan teknologi tepat guna dan keterlibatan mahasiswa, perekonomian dan stabilitas harga di Kota Malang dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya. [mut.wwn]


