27.2 C
Sidoarjo
Wednesday, June 17, 2026
spot_img

Pawai Lampion Muharram di Bondowoso Libatkan Ribuan Pelajar

Salah satu kelompok dari SDN Dabasah 1 yang ikut memeriahkan kegiatan Pawai Lampion Muharram dan Fesyar SAMARA. ihsan kholil/bhirawa

Perkuat Syiar Islam dan Karakter Generasi Muda di Moment Tahun Baru Islam

Bondowoso, Bhirawa
Lebih dari seribu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memeriahkan Gema Sholawat dan Pawai Lampion dalam rangka Festival Muharram dan Fesyar SAMARA 1448 Hijriah di Kabupaten Bondowoso, Selasa (16/6) malam. Ribuan peserta berjalan mengelilingi kawasan kota sambil membawa lampion hasil kreasi masing-masing yang memancarkan cahaya di sepanjang rute pawai.

Kegiatan yang dilepas dari depan Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso tersebut diikuti perwakilan 37 lembaga pendidikan, mulai dari tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA hingga SMK. Beragam bentuk lampion ditampilkan para peserta, mulai dari bulan sabit, bunga teratai, tumpeng hingga lampion berbahan janur kuning dan material daur ulang.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan syiar Islam sekaligus mengenang momentum hijrah Nabi Muhammad SAW melalui cara yang edukatif dan melibatkan generasi muda.

Wabup As’ad mengapresiasi antusiasme para pelajar dan lembaga pendidikan yang terlibat. Menurutnya, gema sholawat dan pawai lampion tidak hanya menjadi perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga sarana membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai spiritual generasi muda.

“Melalui gema sholawat ini, kita menghidupkan syiar Islam dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan kebersamaan. Ini menjadi fondasi spiritual yang kuat bagi generasi muda untuk mewujudkan masyarakat Bondowoso yang adil, jujur, dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Berita Terkait :  Terjunkan Dokter Hewan di Setiap Kecamatan, DKP2P Tuban Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Aman

Menurutnya, lampion yang dibawa para pelajar memiliki makna filosofis yang erat dengan semangat hijrah. Cahaya lampion menjadi simbol harapan, perjalanan hidup, serta tekad untuk terus bergerak menuju kehidupan yang lebih baik.

”Lampion itu bercahaya. Berharap perjalanan kita dalam menjalani kehidupan di tahun 1448 H ini terus bercahaya, terang benderang, dan penuh dengan keberuntungan,” jelasnya.

Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan penonton turut menggerakkan aktivitas pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan. ”Sehingga ada perputaran ekonomi di dalamnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto mengatakan, pawai lampion merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharram yang dirancang sebagai media pembelajaran di luar ruang kelas. ”Ini merupakan rangkaian dari Festival Muharram,” katanya.

Menurut Taufan, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini penguatan karakter peserta didik. Proses pembuatan lampion mengajarkan kerja sama, gotong royong, kreativitas, hingga penerapan berbagai nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. [san.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!