27.8 C
Sidoarjo
Friday, June 12, 2026
spot_img

Fenomena Bediding Selimuti Kediri, BPBD Imbau Warga Waspadai ISPA dan Kebakaran

Kediri, Bhirawa – Masyarakat Kota Kediri belakangan merasakan suhu udara yang lebih dingin dibanding biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi yang dikenal dengan fenomena bediding ini disebut sebagai hal yang wajar terjadi selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto menjelaskan, wilayah Kediri Raya dan sebagian besar Jawa Timur saat ini tengah mengalami fenomena bediding, yakni penurunan suhu udara yang membuat udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.

“Fenomena ini merupakan hal yang wajar karena wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau sejak bulan Mei. Penyebab utamanya adalah aliran angin timuran yang membawa massa udara dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia,” kata Joko, Jumat (12/6).

Ia menerangkan, udara yang dingin dan kering menyebabkan pembentukan awan berkurang. Akibatnya, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tanpa terhalang lapisan awan sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.

Berdasarkan koordinasi BPBD dengan BMKG Dhoho Kediri, fenomena bediding diperkirakan berlangsung sepanjang musim kemarau, yakni sekitar Mei hingga September. Selain menyebabkan suhu udara lebih dingin, kondisi tersebut juga menurunkan kelembapan udara dan meningkatkan kecepatan angin.

“Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kulit kering, meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia,” ungkap Joko.

Berita Terkait :  Lewat BEJO, 417 Pelamar Terserap Dunia Kerja

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi kesehatan dengan mengenakan pakaian hangat saat malam hingga pagi hari, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

BPBD Kota Kediri juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi bersama perangkat daerah terkait. Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BPBD melakukan koordinasi untuk mengurangi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian melalui penyesuaian pola tanam dan pola panen guna menekan risiko gagal panen.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan PDAM Tirta Dhaha untuk mengantisipasi potensi kekeringan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni peningkatan kapasitas sejumlah sumur bor yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi kekurangan pasokan air bersih.

Di sektor kesehatan, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi muncul selama fenomena bediding berlangsung. Informasi perkembangan cuaca dari BMKG juga rutin diteruskan kepada instansi terkait sebagai bahan antisipasi dan penanganan.

Joko mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang rokok sembarangan dan tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran. Seluruh instansi terkait sudah siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan fenomena bediding ini,” tegasnya. [van.nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!