28.4 C
Sidoarjo
Tuesday, June 9, 2026
spot_img

Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Pasuruan Ajak Pegawai dan Warga Tingkatkan Disiplin

Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan menegaskan isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan bukan lagi sekadar narasi global, melainkan tantangan nyata yang harus dihadapi di tingkat lokal.

Oleh karena itu, peningkatan disiplin kerja aparatur negara dan penguatan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan kota.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Taman Pekuncen, Kota Pasuruan, Selasa (9/6).

Apel tersebut diikuti oleh jajaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan.

Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi menyampaikan peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh terjebak dalam seremonial tahunan.

Momentum itu harus dimaknai sebagai pengingat untuk mewujudkan kota yang adaptif, sehat dan mampu menjamin kualitas hidup warganya dengan baik.

“Isu perubahan iklim ini menyangkut keberlanjutan hidup manusia. Di Kota Pasuruan, masih banyak hal konkret yang perlu terus kita lakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mas Adi.

Dalam arahannya, Mas Adi memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para petugas kebersihan dan petugas taman yang selama ini menjadi garda terdepan estetika kota.

Namun, ia juga memberikan catatan keras terkait pentingnya menjaga integritas dan budaya kerja. Pemkot Pasuruan berkomitmen untuk mengetatkan pengawasan kinerja di lingkungan DLHKP. Penegakan aturan akan dilakukan secara konsisten demi menjaga ritme kerja yang profesional.

Berita Terkait :  Sinergi Polri dan Ulama, Kapolres Madiun Kukuhkan Dai Kamtibmas Periode 2026-2029

Meski Pemkot Pasuruan menginisiasi program rutin seperti Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) setiap hari Selasa dan Jumat, Mas Adi mengakui tantangan terbesar justru berada pada sektor hulu, yaitu kesadaran masyarakat.

Hingga saat ini, perilaku destruktif terhadap lingkungan masih kerap dijumpai di sudut-sudut kota. Mas Adi merinci beberapa persoalan mendesak yang membutuhkan intervensi kesadaran warga.

Yakni, persoalan lingkungan, pembuangan sampah sembarangan, penyumbatan saluran air oleh sampah hingga pembuangan sampah ke sungai dan laut.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau petugas taman, tetapi tugas seluruh masyarakat,” kata Mas Adi.

Pada akhir arahannya, Mas Adi mengajak seluruh elemen untuk merawat ruang terbuka hijau dan taman kota termasuk Taman Pekuncen sebagai aset bersama yang menopang kesehatan publik.

Langkah tersebut juga dinilai sebagai bagian dari ikhtiar besar dalam menerjemahkan identitas daerah. Menurut Mas Adi, predikat Kota Pasuruan sebagai Kota Santri tidak boleh berhenti sebagai jargon atau simbol semata.

“Pada identitas inilah harus diwujudkan secara nyata melalui lingkungan yang bersih, masyarakat yang religius serta semangat kebersamaan yang diwariskan ke generasi masa depan,” imbuh Mas Adi. [hil.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!