Bojonegoro,Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan tahapan seleksi kompetensi bidang/teknis melalui presentasi uji gagasan atau makalah dan wawancara dalam Seleksi Terbuka dan Kompetitif Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Bojonegoro, Senin (8/6/2026) hingga Selasa (9/6/2026).
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kapabilitas, kompetensi, serta kesiapan peserta untuk mengemban jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah.
Seleksi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan peserta yang melamar pada lima organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Proses penilaian dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari unsur internal dan eksternal. Unsur internal dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto selaku Ketua Pansel, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro serta Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, tiga anggota pansel eksternal mengikuti proses seleksi secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa tahapan wawancara dan pendalaman ini diharapkan mampu menghasilkan pemimpin yang benar-benar siap menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, proses pendalaman tidak hanya bertujuan menggali kemampuan teknis dan manajerial peserta, tetapi juga membangun komitmen yang kuat dari setiap calon pejabat terhadap tugas dan kewajiban yang akan diemban apabila terpilih.
“Kami menghendaki calon yang nantinya terpilih benar-benar siap melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanahkan. Pada saat pendalaman ini, kami ingin memastikan adanya kemauan yang kuat dari masing-masing peserta sehingga ketika nanti dipercaya memegang jabatan, mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ujar Edi, Selasa (9/6).
Sementara itu, anggota Panitia Seleksi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Tuhana, menjelaskan bahwa setiap peserta memperoleh waktu 30 menit yang terdiri atas 10 menit presentasi makalah dan 20 menit wawancara.
Menurutnya, penilaian dilakukan terhadap tiga komponen utama, yakni dokumen gagasan atau makalah yang disusun peserta, kemampuan presentasi, serta hasil wawancara yang mengukur berbagai aspek kompetensi jabatan.
“Penilaian dilakukan melalui tiga instrumen, yaitu penilaian makalah, penilaian presentasi, dan penilaian wawancara. Pada tahap wawancara terdapat sejumlah aspek yang harus dicermati oleh panitia seleksi untuk memastikan kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan jabatan pimpinan tinggi pratama,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dengan menggunakan instrumen yang telah ditetapkan sesuai ketentuan seleksi terbuka JPT Pratama. Hasil dari setiap tahapan akan menjadi dasar bagi panitia seleksi dalam menentukan peserta terbaik yang akan direkomendasikan untuk mengisi jabatan yang dilamar.
Melalui proses seleksi terbuka dan kompetitif ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat memperoleh pejabat pimpinan tinggi pratama yang memiliki kompetensi, integritas, inovasi, serta komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah. [bas.kt]


