27.8 C
Sidoarjo
Sunday, June 7, 2026
spot_img

Menkop RI Dukung Hilirisasi Tebu Berbasis Koperasi di Kediri


Kelola 22 Ribu Hektare Lahan
Kediri, Bhirawa
Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mendukung pengembangan hilirisasi tebu dan gula berbasis koperasi melalui kerja sama pengelolaan sekitar 22 ribu hektare lahan tebu di Jawa Timur.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Konsumen Kana dan Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya di PT Indogula Jayabaya, Desa Banjaranyar, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Sabtu (6/6).

Kerja sama itu ditujukan untuk memperkuat rantai pasok industri gula nasional dengan menghubungkan petani, industri pengolahan, dan pasar dalam satu ekosistem usaha berbasis koperasi.

Lahan tebu yang dikelola akan menjadi penopang kebutuhan bahan baku PT Indogula Jayabaya sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi pelaku utama dalam produksi, distribusi, dan hilirisasi untuk memperkuat ekonomi rakyat,” kata Ferry.

Menurut Ferry, koperasi harus didorong tidak hanya bergerak di sektor pembiayaan, tetapi juga masuk ke sektor produksi, pengolahan, hingga distribusi. Model kemitraan yang dibangun kedua koperasi tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat daya saing produk nasional.

Ia juga menilai usaha produktif yang dikembangkan Koperasi Konsumen Kana layak mendapat dukungan pembiayaan agar pertumbuhan usaha semakin cepat dan manfaat ekonomi yang dirasakan anggota semakin luas.

Pandangan tersebut turut mendapat dukungan dari Direktur Utama LPDB, Krisdianto Sudarmono.

Berita Terkait :  Lokakarya Responsif Gender dan Inklusif, Jatim Siap Perkuat Tata Kelola Pelindungan Pekerja Migran

Pada kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, mengatakan penandatanganan MoU menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“MoU ini menjadi langkah penting untuk memperkuat keterhubungan petani, industri pengolahan, dan pasar dalam satu ekosistem usaha yang saling menguatkan,” ujarnya.

Jonathan menjelaskan, pengembangan lahan tebu tersebut merupakan bagian dari strategi koperasi dalam memperluas sektor industri pengolahan pangan. Selain mendukung industri gula, koperasi juga menyiapkan rencana pembangunan pabrik kecap sebagai bagian dari pengembangan usaha hilir.

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, Koperasi Konsumen Kana menggandeng tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain itu, pengembangan usaha yang dilakukan juga mendapat perhatian dari mitra internasional asal Swiss yang melihat potensi besar koperasi sektor riil di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, berharap kerja sama tersebut dapat menjadi contoh pengembangan koperasi sektor riil yang mampu memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

“MoU ini diharapkan menjadi pemicu ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan sekaligus role model koperasi yang mampu menyejahterakan anggota dan masyarakat,” terangnya.

Melalui kerja sama ini, Koperasi Konsumen Kana dan Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya menargetkan terbentuknya ekosistem usaha yang meningkatkan nilai tambah komoditas tebu, memperkuat posisi petani dalam rantai pasok industri gula, serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat berbasis koperasi. [van/nov.gat]

Berita Terkait :  Menjaga Bromo Tetap Suci dan Lestari Lewat Gerakan Bersih Sampah Lintas Elemen

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!