31.7 C
Sidoarjo
Saturday, June 6, 2026
spot_img

DPRD Jatim Angkat Bicara Soal 5.800 Kasus TBC di Sidoarjo, Ini Solusinya

DPRD Jatim, Bhirawa

Di balik angka 5.800 kasus TBC di Sidoarjo, tersimpan dua fakta yang menjadi sorotan DPRD Jawa Timur. Di satu sisi, tingginya angka tersebut bisa menjadi bukti aktifnya deteksi dini oleh Dinas Kesehatan. Namun di sisi lain, kondisi itu juga menjadi peringatan serius bahwa penanganan dan pencegahan harus dilakukan lebih agresif sebelum penyebaran TBC semakin tak terkendali.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Sidoarjo, Adam Rusydi, meminta penanganan dilakukan secara masif hingga tingkat desa dengan melibatkan RT dan RW untuk mempercepat pencegahan penyakit menular tersebut.

Menurut Adam, data ribuan kasus TBC yang terungkap saat ini tidak bisa langsung dipandang sebagai kegagalan. Justru, kondisi tersebut bisa menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan Sidoarjo aktif melakukan skrining dan pemeriksaan langsung kepada masyarakat.

“Ketika Dinas Kesehatan benar-benar melakukan pengecekan secara aktif kepada masyarakat dan menemukan kasus-kasus tersebut, tentu itu patut diapresiasi. Artinya upaya deteksi dini berjalan dengan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).

Namun demikian, apabila angka tersebut memang menggambarkan kondisi riil di lapangan, maka diperlukan penanganan yang lebih serius dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pasalnya, lanjut Politikus Golkar ini, TBC merupakan penyakit menular yang penanganannya tidak mudah dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Adam menegaskan DPRD Jatim mendukung penuh langkah Dinas Kesehatan dalam melakukan pengobatan maupun pencegahan penyebaran penyakit tersebut. Ia juga mendorong agar pemerintah desa dilibatkan lebih aktif dalam upaya edukasi kepada masyarakat.

Berita Terkait :  Pelabuhan Tanjung Pakis Paciran Lamongan Ditinjau Kemenkopolkam

“Perangkat desa, RT, dan RW harus dilibatkan secara maksimal. Mereka adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga proses edukasi dan sosialisasi bisa berjalan lebih masif,” katanya.

Adam menilai edukasi mengenai pola hidup sehat menjadi kunci penting untuk menekan penyebaran TBC. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan rumah, sirkulasi udara yang baik, hingga lingkungan yang sehat.

“Ketika masyarakat memahami bagaimana menciptakan rumah sehat dan lingkungan sehat, tentu akan berdampak pada menurunnya risiko penyebaran TBC,” jelasnya.

Selain itu, Adam meminta upaya pelacakan kontak erat dan pencegahan penularan terus diperkuat agar kasus TBC tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TBC di Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, tingkat penanganan telah mencapai 91 persen atau sekitar 5.700 kasus yang sudah mendapatkan layanan penanganan.

Meski capaian penanganan tergolong tinggi, pemerintah daerah tetap didorong untuk meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi agar laju penyebaran TBC dapat ditekan serta angka kasus baru tidak terus bertambah setiap tahunnya.  [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!