31.7 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

Dindik Jatim Evaluasi TKA SMP, Fokus Perkuat Numerasi


Nilai Hasil TKA SMP Jatim Dipengaruhi Ketimpangan Wilayah
Dindik Jatim, Bhirawa
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Jawa Timur menunjukkan capaian literasi Bahasa Indonesia masih lebih tinggi dibanding kemampuan numerasi matematika.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), rata-rata nilai Bahasa Indonesia peserta TKA SMP di Jawa Timur mencapai 63,47, sedangkan matematika berada di angka 41,45.

Jumlah peserta TKA SMP di Jawa Timur tercatat mencapai 587.167 siswa. Dari hasil tersebut, kategori siswa istimewa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia hanya mencapai 0,07 persen, sementara kategori istimewa matematika lebih rendah yakni 0,03 persen.

Adapun kategori siswa dengan capaian memadai pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 50,91 persen. Sedangkan kategori memadai untuk matematika berada di angka 68,82 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan rata-rata nilai yang terlihat rendah dipengaruhi jumlah peserta TKA di Jawa Timur yang sangat besar sehingga hasil akhirnya merupakan akumulasi seluruh wilayah.

“Kalau diakumulasikan memang kelihatannya turun. Tapi secara person to person anak-anak kita ini luar biasa. Mereka ada yang nilainya sampai 100, 95, 99,” ujar Aries, Kamis (4/6).

Menurutnya, terdapat sejumlah wilayah yang capaian nilainya masih rendah sehingga memengaruhi rata-rata provinsi secara keseluruhan. Meski demikian, ia memastikan kemampuan siswa Jawa Timur tetap kompetitif.

Berita Terkait :  Jadi Syarat Penting DUDI, Kadindik Jatim Berharap Hasil Sertifikasi Murid Lulus 100 Persen

“Karena ada beberapa wilayah yang memang turun sehingga dirata-ratakan kelihatannya rendah. Tapi sebenarnya anak-anak kita sangat kompetitif,” katanya.

Aries menjelaskan nilai TKA siswa kini telah masuk dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan nantinya akan diakumulasikan sesuai jalur penerimaan yang dipilih siswa.

Ia menambahkan penguatan literasi dan numerasi akan terus dilakukan secara bersama antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. Hal itu mengingat kewenangan SMP berada di pemerintah kabupaten/kota, sedangkan SMA dan SMK menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Penguatan literasi dan numerasi harus dilakukan pemerataan di seluruh wilayah. Ini akan kita liniarkan bersama supaya nanti nilai TKA mereka bisa lebih merata,” tegasnya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!