Pemkab Tulungagung, Bhirawa
Tak seperti pemerintah daerah sekitar yang sudah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Pemkab Tulungagung sampai saat ini belum menerimanya.
Belum diketahui sampai kapan BPK RI akan memberikan LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025 itu.
“Tulungagung memang tidak seperti daerah sekitar yang sudah menerima LHP BPK,” ujar Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, usai upacara Hari Kelahiran Pancasila yang dirangkaikan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (2/6).
Menurut dia, Kabupaten Tulungagung perlu penanganan khusus. “Jadi BPK hati-hati untuk mengeluarkan LHP,” sambungnya. Plt Bupati Baharudin menyebut sampai saat ini belum ada kabar kapan LHP atas LKPD Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025 akan diberikan oleh BPK RI.
“Belum ada jadwal. Kami menunggu,” terangnya. Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini berharap masyarakat Kota Marmer bersabar karena memang LHP atas LKPD Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025 belum diberikan oleh BPK RI.
Apalagi jangan sampai berandai-andai seakan Pemkab Tulungagung sudah menerimanya. “Jadi masyarakat diharap sabar. LHP BPK itu belum dikasihkan dan jangan mengandai-andai seakan-akan kita sudah menerima LHP BPK itu,” paparnya.
Soal apakah dengan belum diberikannya LHP atas LKPD Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025 akan berimbas pada kelanjutan pembangunan di Tulungagung, Plt Bupati Baharudin menyatakan tidak berpengaruh. “Pembangunan tetap jalan. LHP-nya saja yang mandek (belum diberikan),” tandasnya.
Ia pun membeberkan jika pembangunan di Tulungagung terus berjalan. APBD di tri wulan kedua dilaksanakan. “Tri wulan kedua APBD kita melaksanakan, meski belum bisa menyampaiakan targetnya. Yang penting kita jalankan,” ucapnya.
Sementara itu, terkait upacara upacara Hari Kelahiran Pancasila yang dirangkaikan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, Plt Bupati Baharudin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dan meningkat pendidikan.
“Mari semua lembaga dan unsur di Tulungagung bersama-sama membangun Tulungagung dan Indonesia. Upacara bukan sekedar seremonial saja, tetapi momentum untuk mengamalkan Pancasila agar cita-cita leluhur dan pendiri bangsa bisa tercapai,” pungkasnya. [wed.dre]


