27 C
Sidoarjo
Monday, June 1, 2026
spot_img

Universitas Brawijaya-BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Sinergi Strategis

Kota Malang, Bhirawa.
Universitas Brawijaya (UB) terus memperluas jejaring strategisnya dengan dunia industri dan lembaga negara. Kali ini, UB resmi menggandeng BPJS Ketenagakerjaan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) multisektoral. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, riset, sekaligus memberikan payung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan kampus.

Prosesi penandatanganan kerja sama kakap tersebut dipusatkan di Ruang Jamuan Lantai 6 Gedung Rektorat UB, akhir pekan kemarin. Adapun cakupan PKS yang disepakati terbilang komprehensif, meliputi PKS Kepesertaan Mahasiswa Magang, PKS Pendidikan Jaminan Sosial, PKS Kepesertaan Pegawai, PKS Riset Pengembangan Artificial Intelligence (AI), PKS Riset Aktuaria, hingga Penandatanganan Kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU).

Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi pijakan krusial bagi institusi pendidikan tinggi dan sektor industri untuk tumbuh bersama. Menurutnya, pengembangan ilmu pengetahuan di kampus sudah seyogianya lurus dan relevan dengan kebutuhan riil di dunia kerja.

“Kerja sama ini merupakan kesinergian untuk tumbuh bersama-sama. Kami berharap perguruan tinggi dapat bekerja sama secara langsung dengan industri untuk mengembangkan keilmuan, termasuk menghadirkan riset-riset yang use case-nya langsung dibutuhkan industri, khususnya BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Prof. Widodo.

Lebih lanjut, mantan Dekan FMIPA UB ini menjelaskan, kolaborasi tersebut membuka karpet merah bagi mahasiswa UB untuk menyelami pengalaman praktis melalui program magang, Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga koridor internship langsung di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan. Yang tidak kalah penting, proteksi jaminan sosial kini resmi melekat pada dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa yang tengah menjalankan aktivitas akademik di luar kampus.

Berita Terkait :  Dorong Smart Campus Berbasis Al, Linknet Enterprise Teken MoU dengan Universitas Jember

“Kami ingin mahasiswa maupun tenaga kerja di UB mendapatkan coverage perlindungan ketika menjalankan kegiatan di luar kampus. Ini bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Guru Besar bidang Biologi Seluler ini juga menyuntikkan pesan penting terkait urgensi literasi keuangan dan jaminan sosial bagi generasi muda. Menghadapi disrupsi ekonomi dan pergeseran pola hidup, mahasiswa dituntut adaptif dan cerdas merancang masa depan sejak dini. “Anak-anak muda harus mulai bisa mem-planning kehidupannya. Planning keuangan dan planning pensiun harus dimulai dari sekarang agar ketika tua nanti tidak menjadi beban sosial,” tegasnya lugas.

Gayung bersambut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Saiful Hidayat, menaruh apresiasi tinggi atas komitmen UB. Pihaknya menilai UB sebagai episentrum riset yang tepat untuk menyokong kebutuhan operasional dan bisnis BPJS Ketenagakerjaan ke depan. “Gudang riset dan tempat pilihan untuk pengembangan itu ada di UB. Karena itu, riset yang dilakukan akan sangat sesuai dengan kebutuhan industri dan langsung menjawab kebutuhan operasional kami,” puji Saiful.

Ia merinci, output riset dari para akademisi UB nantinya bakal diaplikasikan langsung pada sektor-sektor vital lembaga, mulai dari ranah ekonomi makro dan mikro, aktuaria, pengembangan teknologi AI, hingga benteng keamanan siber (cyber security).

Di sisi lain, Saiful menekankan pentingnya memberikan ketenangan bagi mahasiswa yang terjun ke masyarakat, seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau magang. BPJS Ketenagakerjaan memastikan jaminan kecelakaan kerja mencakup perlindungan sejak berangkat dari rumah/kos, selama di lokasi kegiatan, hingga perjalanan pulang. “Kalau terjadi risiko kecelakaan saat KKN maupun perjalanan pulang-pergi, itu menjadi bagian yang terlindungi. Dengan begitu mahasiswa bisa lebih tenang dalam menjalankan kegiatan,” tandasnya.

Berita Terkait :  Dindik Jatim Gagas Gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak

Dirinya pun menaruh harapan besar agar para mahasiswa UB yang melaksanakan KKN di pelosok daerah dapat bertindak sebagai agen literasi. Mereka diharapkan mampu menularkan pemahaman pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat desa, khususnya ekosistem pekerja informal seperti kelompok petani dan nelayan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun ekosistem jaminan sosial yang komprehensif. Harus menggabungkan kekuatan. UB kuat di bidang pendidikan dan riset, sementara kami menjalankan amanat Undang-Undang. Kolaborasi inilah yang diyakini mampu mewujudkan perlindungan jaminan sosial yang lebih luas dan merata,” pungkas Saiful.[mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!