“ Kadindik Minta Kepala Sekolah Kawal Kesiapan Psikologis Dan Daya Juang Kontingen “
Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mematangkan persiapan kontingen Jawa Timur untuk menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026. Sebanyak 46 kontingen dari Jawa Timur akan berlaga pada 37 bidang lomba dan satu bidang eksibisi dalam ajang nasional tersebut.
Tahun ini, Jawa Timur kembali menargetkan predikat juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Berbagai strategi pun disiapkan guna mempertahankan tradisi prestasi tersebut.
Pelaksanaan LKS Dikmen tingkat Nasional sendiri akan dilaksanakan pada 27 Juli – 1 Agustus secara daring dan luring.
Adapun pelaksanaan bidang lomba kompetensi yang digelar secara daring adalah 3D Game Art, Digital Construction, Hairdressing, Health and Social Care, Beauty Therapy, Pharmacy, Hotel Reception, Could Computing, Cyber Security, Digital Marketing, Graphic Design Technology, IT Network System Administrassion, IT Network for Business, Wec Technologies, Fishery, Metrology, Mechanical Engineering CAD, Digital Construction dan Nautica.
Kemudian untuk bidang lomba kompetensi yang digelar secara luring diantaranya, AI (Eksibisi), Autobody Repair, Automobile Technology, Bricklaying, Cabinet Making, Electronics, Welding, Wall and Floor Tilling, Heavy Equipment, Cooking, Restaurant Service, Electrical Installation, Information Network Cabling, Mechatronics, Mobile Robotics, Motorcycle Maintenance and
Repair, Landscape and Gardening, dan Refrigerator and Air Conditioning
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan, LKS Nasional menjadi momentum penting bagi Jawa Timur setelah berhasil meraih juara umum tiga kali berturut-turut pada tingkat nasional.
“Kompetitor kita di DKI dan Jawa Tengah melirik Jawa Timur yang masih konsisten di peringkat satu. Kita buktikkan dengan kerja keras yang lebih lagi,” ujar Aries, Jumat (29/5).
Menurutnya, pada tahun ketiga keberhasilan Jatim mempertahankan juara umum, pihaknya menerapkan langkah-langkah ekstrem yang menghasilkan capaian luar biasa. Karena itu, tahun 2026 menjadi momentum penting untuk membuktikan kualitas pendidikan vokasi Jawa Timur.
“Kita tidak hanya mempertahankan tradisi juara, tapi ingin membuktikan bahwa vokasi yang kita jalankan sudah benar dan mampu mengarahkan anak-anak menjadi terampil, cerdas dan memiliki daya saing. Ukurannya di LKS,” tegasnya.
Aries menekankan agar kontingen Jatim tidak bersikap jumawa meski memiliki catatan prestasi tinggi. Ia meminta seluruh tim tetap bekerja maksimal dan disiplin demi mempertahankan gelar juara umum.
“Jangan sampai juara LKS keempat dimiliki provinsi lain. Jangan merasa paling hebat, tapi harus punya ukuran dalam bekerja sesempurna mungkin,” katanya.
Untuk memperkuat persiapan, Dindik Jatim menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya membentuk war room LKS Jatim, pelatihan berbasis standar nasional dan World Skills, simulasi kompetisi minimal tiga kali, melibatkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sebagai pelatih, hingga melakukan analisis kekuatan kompetitor dari provinsi lain.
Selain kompetensi teknis, Aries menyoroti pentingnya mental dan disiplin para peserta yang tak kalah penting dimatangkan. Menurutnya, kemampuan siswa Jawa Timur sudah di atas rata-rata, namun kesiapan mental menjadi faktor utama dalam kompetisi nasional.
“Saya pesankan kepada kepala sekolah agar mengecek kembali mental dan disiplin para kontingen. Karena ini modal utama. Kalau tidak terukur, saya yakin saat bertanding akan kalah,” ujarnya.
Ia juga meminta selama training center (TC), siswa mendapatkan pendampingan psikologis dan pembekalan mental agar tidak kehilangan rasa percaya diri saat menghadapi kompetitor dari daerah lain.
“Tahun ini sistemnya daring dan luring. Jangan sampai mental turun dan kompetensi ikut terpengaruh,” tambahnya.
Aries juga menekankan pentingnya keterlibatan DUDI agar siswa terbiasa menggunakan peralatan yang akan digunakan saat kompetisi sehingga tidak mengalami kendala saat bertanding.
“Saya berharap tujuan utamanya bukan hanya LKS Nasional, tapi World Skills. Kalau ukurannya World Skills, maka LKS Nasional akan terlewati,” tegasnya.
Pada LKS Nasional 2026, Jawa Timur menargetkan lebih dari 20 medali emas sekaligus mempertahankan juara umum empat kali berturut-turut. Selain itu, Jatim juga menargetkan lahirnya kandidat World Skills dan ASEAN Skills serta memperluas bidang lomba peraih medali.
Dalam jangka panjang, Pemprov Jatim menargetkan Jawa Timur menjadi pusat pengembangan talenta vokasi terbaik di Indonesia.
Sementara itu, Kepala SMK Telkom Malang, Rahmat Dwi Djatmiko mengatakan sekolahnya mengirim dua kontingen pada bidang Cyber Security dan IT Software Solutions for Business yang seluruh kompetisinya digelar secara daring.
Rahmat menjelaskan, persiapan dilakukan sejak dini melalui kegiatan ekstrakurikuler dan talent pool siswa kelas 10 dan 11. Sekolah juga rutin menggelar kompetisi internal untuk mencari bibit unggul yang akan dipersiapkan menuju LKS.
“Persiapan diperkuat dengan industri dan alumni yang pernah juara. Kami juga menjadwalkan pelatihan rutin setiap hari,” ujarnya.
Selain simulasi soal tingkat nasional, peserta juga dibekali soal kompetisi Asia, ASEAN hingga World Skills. Dari sisi nonteknis, siswa mendapatkan penguatan mental dan spiritual.
“Siswa dibuat lebih santai bersama pembimbing untuk persiapan nonteknis,” katanya.
Rahmat menyebut kompetitor terkuat pada bidang IT Software berasal dari Jawa Tengah dan DKI Jakarta, sedangkan Cyber Security didominasi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
“Kalau ada kompetisi, kami selalu ikut untuk melihat kekuatan lawan,” tambahnya. [ina.kt]


