Kediri, Bhirawa
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Nusantara PGRI Kediri kembali menggelar Festival Teknik (Festik) untuk keempat kalinya pada 13 Juni mendatang di Tirtayasa Park. Event tahunan yang dikelola mahasiswa itu tidak hanya menjadi hiburan musik, tetapi juga sarana pembelajaran pengelolaan kegiatan bagi mahasiswa.
Dekan FTIK UN PGRI Kediri, Sulistiono, mengatakan mahasiswa diberi kepercayaan penuh untuk menyelenggarakan acara mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dengan pendampingan dari pihak fakultas dan universitas.
“Tujuan utama Festik ini untuk melatih mahasiswa menyelenggarakan event. Mereka belajar bertanggung jawab, berkolaborasi, disiplin, dan terbuka dalam bekerja sama,” ujarnya, Kamis (21/5).
Menurut Sulistiono, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi kampus untuk menjaring calon mahasiswa baru, khususnya di lingkungan FTIK. Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap Festik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Penonton tahun kemarin luar biasa, dari tiket yang terjual sekitar delapan ribu lebih. Itu menjadi sarana promosi yang efektif bagi kampus,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengelola kegiatan secara profesional.
Sementara itu, Penanggung Jawab Festik 2026 sekaligus Gubernur BEM FTIK UN PGRI Kediri, Erik Setyowibowo, mengatakan panitia kembali menghadirkan grup band Superman Is Dead (SID) setelah mendapat respons positif pada penyelenggaraan sebelumnya.
Selain SID, Festik 2026 juga menghadirkan The Jeblogs, The Jansen, dan Luka Negara.
“Panitia menghadirkan beragam genre musik agar dapat menjangkau lebih banyak penonton,” kata Erik.
Menurutnya, konsep venue tahun ini dibuat berbeda dibanding sebelumnya. Panitia juga menambah sejumlah fasilitas seperti penitipan barang dan photobooth untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Erik menambahkan, Festik diharapkan turut mendorong perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara karena diperkirakan akan didatangi penonton dari berbagai daerah.
“Tahun lalu ada penonton dari luar kota, dari Lampung juga ada. Kami berharap tahun ini juga banyak yang datang ke Kediri,” tandasnya.
Untuk tiket, panitia saat ini membuka penjualan presale tahap kedua dengan harga Rp100 ribu. Tiket dapat dibeli secara daring melalui media sosial panitia maupun secara offline di sejumlah titik penjualan. [van.nov.kt]


