28.8 C
Sidoarjo
Monday, May 18, 2026
spot_img

Ribuan Warga Bondowoso Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih

Bondowoso, Bhirawa
Musim kemarau mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso. Ribuan warga di desa-desa rawan kekeringan kini mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke daerah terdampak.

Penyaluran perdana dilakukan di Desa Klekan, Kecamatan Botolinggo, pada Senin (11/5) lalu. Selanjutnya, distribusi air bersih kembali dilakukan di Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo, pada Selasa (12/5).

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan setiap titik mendapatkan bantuan sebanyak 10 ribu liter air bersih yang dikirim menggunakan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter.

”Masing-masing titik kita salurkan 10 ribu liter,” ujar Kris sapaan karibnya itu saat dikonfirmasi pada Senin (18/5).

Menurut Kristianto, penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Kabupaten Bondowoso Tahun 2026. Dalam SK tersebut, terdapat 20 dusun di 13 desa dan sembilan kecamatan yang masuk kategori terdampak kekeringan.

Wilayah ini meliputi Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, dan Tlogosari. ”Dasar kita pengiriman itu terbitnya SK status siaga darurat bencana kekeringan 2026,” urainya.

Kristianto menjelaskan, penetapan wilayah terdampak dilakukan berdasarkan hasil pemetaan dan kajian lapangan yang dilakukan BPBD. Dari hasil pendataan, tercatat sebanyak 1.784 kepala keluarga atau sekitar 7.136 jiwa terdampak kekeringan tahun ini.

Berita Terkait :  Produk Inovasi KKN Unisda Dorong Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Meski begitu, jumlah wilayah dan warga terdampak disebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Pada musim kemarau tahun lalu, kekeringan terjadi di sekitar 12 kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 4 ribu kepala keluarga.

Kristianto menilai penurunan ini tidak lepas dari berbagai intervensi program yang dilakukan pemerintah bersama PMI dan sejumlah yayasan, seperti pembangunan sumur bor, perlindungan sumber mata air, hingga program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

”Harapannya dengan intervensi itu bisa mengurangi jumlah wilayah kekeringan,” terangnya.

Namun demikian, BPBD Bondowoso menghadapi tantangan keterbatasan anggaran untuk distribusi air bersih. Saat ini, anggaran APBD yang tersedia diperkirakan hanya cukup untuk operasional penyaluran selama 30 hari ke depan. Padahal, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga tujuh bulan mendatang.

Kenaikan harga BBM non-subsidi disebut menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas distribusi. Jika sebelumnya anggaran mampu mendukung sekitar 40 kali pengiriman, kini hanya cukup untuk sekitar 30 kali penyaluran.

Maka BPBD Bondowoso kini mengajukan tambahan bantuan alokasi ke BPBD Provinsi Jawa Timur serta menjalin komunikasi dengan PMI dan sejumlah yayasan guna mendukung distribusi air bersih bagi warga terdampak.

Sementara itu, Camat Botolinggo, Ferry Hadi Sutjipto, mengatakan terdapat sejumlah dusun di wilayahnya yang rutin mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Di Desa Klekan, wilayah terdampak meliputi Dusun Banteng Lor, Sumber Waru, dan Banteng Duk Beto. Sedangkan di Desa Lumutan, bantuan disalurkan ke Dusun Seccang, Blungguen, dan Cemper Temur. ”Kini sudah jarang sekali hujan (di desa tersebut-red),” tandasnya.

Berita Terkait :  Penderita HIV /AIDS di Sidoarjo 70 Persen Kaum Laki-laki

Menurut Ferry, warga selama ini memenuhi kebutuhan air dengan berbagai cara. Sebagian warga harus memikul air dari sumber mata air, sementara lainnya menggunakan sepeda motor untuk mengangkut air dari lokasi sumber yang cukup jauh. Misalnya, kondisi warga di Dusun Seccang dan Dusun Blungguen, Desa Lumutan, yang harus turun ke sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Kalau yang punya sepeda motor ngambil ke bawah ke sumber air, ada yang ambil ke Masjid. Enak yang punya sepeda motor,” ungkapnya. [san.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!