28.1 C
Sidoarjo
Sunday, May 10, 2026
spot_img

Bupati Berkomitmen Kabupaten Madiun Jadi Lumbung Pangan Jawa Timur

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Madiun, Hari Wuryanto saat memanen padi menggunakan alat mesin pertanian dalam Panen Raya di Kabupaten Madiun.

Gubernur Hadiri di Gerakan Panen dan Percepatan Tanam

Kabupaten Madiun, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Kementerian Pertanian, Bupati Madiun, H Hari Wuryanto dan Forkopimda Kabupaten Madiun, Kepala OPD Provinsi Jawa Timur, serta para petani dan kelompok tani, lakukan Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Jumat (8/5).

Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Timur di tengah hamparan sawah Desa Gading yang dinilai menjadi suntikan semangat bagi para petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional

”Gerakan panen dan percepatan tanam ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret memperkuat swasembada pangan nasional. Kabupaten Madiun berkomitmen tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, Kabupaten Madiun memiliki luas lahan sawah lebih dari 32.418 hektare dan terus mendorong sinergi lintas sektor, termasuk dukungan TNI-Polri, guna memastikan target produksi padi tercapai secara optimal.

Berdasarkan data BPS tahun 2026, Kabupaten Madiun dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025, masuk 6 besar produsen beras di Jawa Timur dengan rata-rata produksi mencapai 480.264 ton gabah kering giling (GKG) per tahun. Selain itu, harga gabah kering panen di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram dengan produktivitas rata-rata mencapai 6,9 sampai 7,2 ton per hektar.

Berita Terkait :  Dewan Soroti Acara Silaturahmi dan Tasyakuran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya

”Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian, irigasi perpompaan, benih, hingga optimalisasi lahan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya modernisasi pertanian dan keterlibatan petani muda dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

”Petani muda terbanyak di Indonesia ada di Jawa Timur. Karena itu modernisasi pertanian harus terus dilakukan agar generasi muda tertarik memperkuat sektor pertanian. Beras adalah produk politik. Kalau masyarakat tidak makan, bisa terjadi gejolak. Maka posisi pangan harus aman, stok beras cukup, dan harganya terjangkau. Pahlawan pangan kita adalah para petani,” kata Khofifah.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Heru Suseno mengatakan, Jawa Timur harus mempertahankan bahkan meningkatkan capaian luas tambah tanam yang pada tahun 2025 mencapai 2,43 juta hektar guna menjaga swasembada pangan berkelanjutan.

Ditambahkannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026 kembali memberikan dukungan bantuan untuk Kabupaten Madiun berupa tiga unit hand traktor, empat kultivator, enam combine harvester, dan satu rotavator. [dar.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!