Pemkab Lamongan, Bhirawa.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima penghargaan Top Regency in Agro-Maritime Food Hub dalam ajang National Governance Award 2026 yang diselenggarakan Metro TV di Jakarta.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koperasi RI, Feri Juliantono, sebagai pengakuan atas keberhasilan Lamongan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Penghargaan ini diperoleh melalui proses seleksi ketat yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga negara, dan perguruan tinggi. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran sektor unggulan daerah, yaitu agro-maritim. Pada tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 30,18 persen terhadap perekonomian, diikuti industri pengolahan sebesar 12,84 persen.
Produksi padi mencapai 1,33 juta ton-tertinggi se-Jawa Timur-jagung 536 ribu ton, serta produksi perikanan budidaya 46 ribu ton dengan nilai Rp1,44 triliun.
Sementara itu, perikanan tangkap mencapai 82 ribu ton. Potensi tersebut dikembangkan melalui penguatan sistem dan hilirisasi guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Kinerja pembangunan terus membaik dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,40 persen pada 2025, meningkat dari 4,81 persen tahun sebelumnya dan berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional. Kondisi sosial ekonomi juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari rasio gini 0,30, tingkat kemiskinan 12,03 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,29 persen, serta Nilai Tukar Petani sebesar 124,97 yang menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat.
Berbagai program pemberdayaan ekonomi kerakyatan juga dilaksanakan. Program Young Entrepreneur Success dan UMKM Naik Kelas berhasil membuka 1.945 lapangan kerja dan mendukung 466 wirausaha muda melalui skema Megpreneur. Sebanyak 42 produk UMKM menembus pasar modern dan 49 produk masuk pasar ekspor.
Pengembangan infrastruktur juga terus ditingkatkan. Layanan Trans Jatim, operasional Jalur Lingkar Utara, serta program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA) membuat kemantapan jalan mencapai 60,21 persen dengan pembangunan 58 ruas jalan sepanjang 24,7 kilometer pada 2025.
Dengan garis pantai 47 kilometer dan letak strategis dekat Bandara Juanda serta kawasan industri JIIPE, Lamongan memiliki keunggulan dalam pengembangan ekonomi pesisir dan industri berbasis hilirisasi. Keberadaan pelabuhan, kawasan industri, dan kawasan terpadu seperti I-Sentra Jaka Mitra semakin memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok regional.
Capain juga ditunjukkan melalui 95 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang aktif beroperasi, serta peningkatan nilai ekspor dari Rp20 triliun (2024) menjadi Rp22 triliun (2025), sementara nilai impor diturunkan dari Rp449 miliar menjadi Rp330 miliar.
“Penghargaan ini membuktikan bahwa pembangunan berbasis potensi lokal, didukung infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan kebijakan yang berkelanjutan, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan daya saing daerah,” ujar Bupati Yuhronur Efendi. [yit.kt]


