29 C
Sidoarjo
Sunday, April 19, 2026
spot_img

Hari Kartini, PPIS Unesa Kampanye Stop Kekerasan pada Kaum Rentan


Surabaya, Bhirawa
Memperingati Hari Kartini, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kampanye dan edukasi Stop Kekerasan pada Perempuan dan Anak di area Car Free Day (CFD) Taman Bungkul Jalan Raya Darmo Surabaya, Minggu, (19/4) pagi.

Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian program global UNESCO bertajuk Voices for Global Peacese sekaligus memperingati Hari Kartini, membuat nuansanya terasa makin relevan: edukasi, keberanian, dan kepedulian. Kampanye biasa ini dibuat santai tapi “ngena”. Dengan tujuan utama mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental sekaligus berani melawan segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual. Pesannya sederhana tapi penting: semua orang berhak hidup di ruang yang aman dan saling menghargai.

Kegiatan yang diikuti para mahasiswa maupun dosen Unesa itu digelar di tempat keramaian karena bertujuan untuk jemput bola dengan mendatangi masyarakat langsung di ruang publik seperti CFD. Mulai dari remaja, orang tua, sampai anak-anak, semuanya jadi sasaran edukasi.

“Kami Mengajak untuk melawan segala bentuk kekerasan Kekerasan kepada perempuan Kekerasan kepada kalangan rentan Kekerasan untuk siapapun Baik itu kekerasan seksual, fisik, psikis Maupun kekerasan dalam bentuk lainnya. Kita menginginkan sebuah ruang yang aman Ruang yang nyaman untuk tumbuh bersama Sebuah keluarga, sebuah masyarakat Yang hidup berjampingan Dalam penuh saling menghormati, saling menghargai.” ujar Direktur PPIS Unesa, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag.

Berita Terkait :  Pasangan WALI Berangkatkan Hampir 2000 Orang Ziarah Lima

Ia juga menginginkan sebuah ruang yang aman dan nyaman untuk tumbuh bersama dalam sebuah keluarga dan masyarakat yang hidup berdampingan dengan penuh saling menghormati dan menghargai.

“Kami tidak menargetkan kuantitatif, tetapi kami memberikan ruang kepada warga Surabaya jika untuk mengetahui kondisi mentalnya kita ada assessment yang bisa diakses secara digital. Kemudian, jika menginginkan untuk konseling kami juga menyediakan ruang untuk sharing, ruang untuk curhat, jika ingin tahu kondisi tubuhnya kami bekerja sama dengan Unesa Science Center memberikan layanan tes kebugaran dan edukasi untuk perilaku hidup sehat,” katanya.

Di lokasi, pengunjung CFD di kawasan Jalan Darmo juga bisa ikut assessment kesehatan mental secara digital. Kalau ingin cerita lebih lanjut, tersedia ruang konseling santai, bukan yang kaku seperti di klinik, tapi lebih ke tempat berbagi. Bahkan ada juga tes kebugaran dari tim sains untuk mengingatkan pentingnya hidup sehat, baik fisik maupun mental. Tujuannya bukan sekadar mengetahui kondisi diri, tetapi juga membuka ruang aman bagi siapa pun yang ingin berbagi cerita tanpa rasa takut atau stigma.

Di balik kegiatan ini, ternyata ada sistem yang cukup serius. Tim kesehatan mental dari UNESA memiliki psikolog dan konselor yang siap mendampingi mahasiswa maupun masyarakat. Mereka bahkan punya pendekatan berlapis. Dari konselor sebaya untuk masalah ringan, hingga penanganan profesional untuk kondisi yang lebih kompleks. [wwn]

Berita Terkait :  UPT PSTW Pasuruan bersama Komunitas Salon Ngoro Berikan Perawatan Rambut PM

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!