Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen meningkatkan layanan dan konektivitas bagi masyarakat. Pada periode 2026-2027, terdapat tiga pekerjaan besar infrastruktur yang menjadi prioritas utama, mulai dari pembangunan jalan, pengendalian banjir, hingga transportasi massal modern.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin.
Menurut Yasin, proyek pertama dan yang sangat dinanti adalah penyelesaian pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela). Jalan strategis ini nantinya akan membentang sepanjang kurang lebih 1.546 km, menghubungkan wilayah pesisir mulai dari Provinsi Banten hingga ujung timur di Jawa Timur.
“Pansela ini nantinya menjadi jalur alternatif mudik dan wisata. Selain sebagai jalur arteri yang mendongkrak ekonomi daerah, juga menawarkan pemandangan indah Samudra Hindia dan perbukitan,” ujar Yasin.
Pembangunan ini dibiayai melalui skema kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten dan Kota. Terkait pembebasan lahan yang masih ada beberapa titik yang belum tuntas, Yasin memastikan akan diselesaikan secara gotong royong antar tingkat pemerintahan.
Proyek besar kedua adalah penanganan Kali Lamong yang dianggarkan pada tahun 2027. Proyek ini memiliki nilai anggaran yang cukup besar karena memiliki fungsi vital.
“Penanganan Kali Lamong ini penting sebagai langkah antisipasi dan solusi permanen mengatasi masalah banjir yang hampir terjadi setiap tahun. Anggarannya nanti akan dialokasikan melalui Dinas PU,” jelasnya.
Sementara itu, untuk sektor transportasi, Pemprov Jatim akan mewujudkan sistem transportasi massal berbasis rel. Pembiayaan proyek ini bersumber dari pinjaman luar negeri (loan) dengan skema yang berbeda-beda tergantung rutenya.
“Kita akan membangun kereta rel listrik. Rute pertamanya akan melayani dari Stasiun Gubeng, Wonokromo hingga ke Sidoarjo, nantinya akan dikembangkan ke arah Gresik dan Mojokerto. Untuk pembiayaan ini kita mendapat dukungan dari Jerman,” tegasnya.
Sedangkan untuk rute lain yang sudah dirancang, yakni koridor dari kawasan Kampus ITS menuju Kampus UNESA, pembiayaannya akan didukung oleh sumber dana dari Inggris.
“Jadi untuk transportasi publik ini sudah ditekanan komitmennya. Ini akan menjadi terobosan besar untuk kemudahan mobilitas warga Jatim,” pungkas Yasin. [aya.kt]


