27 C
Sidoarjo
Wednesday, April 8, 2026
spot_img

Alami Dugaan Kekerasan di Lapas, Mantan Napi Kediri Datangi PWI dan IJTI

Kota Kediri, Bhirawa
Mantan narapidana Lapas Kelas II A Kediri, Faisol Umami, mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kediri Raya. Kedatangannya bukan untuk merayakan kebebasan, melainkan mencari dukungan atas dugaan penganiayaan yang dialaminya saat masih menjalani masa hukuman.

Pria berusia 31 tahun itu mengaku mengalami kekerasan di dalam Lapas yang menyebabkan patah pada paha kirinya. Ia berharap kehadiran media dapat membantu mengawal kasus ini agar berjalan secara transparan.

”Saya mendatangi ke kantor PWI dan IJTI untuk mendapat dukungan terkait kasus yang saya alami,” kata Faisol.

Faisol menyebut peristiwa itu terjadi pada 28 Mei 2025 di Ruang Keamanan dan Ketertiban (Kamtib). Dalam keterangannya, dugaan penganiayaan melibatkan lima oknum petugas lapas, diantaranya berinisial W yang menjabat sebagai Kepala KPLP, serta D, F, A dan R. Mereka disebut melakukan pemukulan di bagian dada dan wajah korban.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Timur dengan Nomor LP/B/379/III/2026/SPKT/Polda Jatim dan saat ini penanganannya dilimpahkan ke Polres Kediri Kota.

Ketua IJTI Korda Kediri, Roma Duwi Juliandi menyatakan, pihaknya siap membantu dalam konteks pemberitaan sesuai aturan yang berlaku.

”Dalam Tupoksi kami, tentu akan membantu dalam bentuk pemberitaan sesuai UU Pers, kode etik dan pedoman yang ada,” kata Roma, Rabu (8/7).

Sementara itu, Ketua PWI Kediri Raya, Bambang Iswahyudi menegaskan, pihaknya telah menerima audiensi Faisol sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers.

Berita Terkait :  FTP UB Resmikan Vertical Garden Berbasis IoT dan Panel Surya

”PWI akan mengawal proses ini sampai pada titik keadilan melalui karya jurnalistik, termasuk memantau sejauh mana penanganannya,” tegas Bambang.

Faisol juga mengaku belum mengetahui perkembangan hasil pemeriksaan internal yang disebut telah dilakukan pihak Lapas terhadap para petugas yang diduga terlibat. Menurutnya, peran media sangat penting untuk memberikan tekanan publik agar kasus ini tetap terpantau secara objektif. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!