29 C
Sidoarjo
Tuesday, April 7, 2026
spot_img

Road to Pekan Reksa Dana 2026, APRDI Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Reksa Dana

Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Lilana saat menjelaskan tentang kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di kantor OJK Jawa Timur, Selasa (7/4).

Surabaya, Bhirawa
Mendorong peningkatan literasi dan inklusi Reksa Dana kepada masyarakat, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) yang mewadahi enam asosiasi yang terkait di industri Reksa Dana dan pelaku pengelolaan investasi di Indonesia, bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) menggelar kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di Surabaya.

Di tahun 2026, sinergi antara Asosiasi, OJK dan SRO untuk mendorong literasi serta inklusi Reksa Dana kepada masyarakat di Indonesia ini diwujudkan melalui peluncuran program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di beberapa kota di Indonesia.

Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Lilana mengungkapkan inisiatif yang diperkuat melalui kampanye #ReksaDanaAja merupakan bagian dari langkah nyata para pelaku di industri untuk mendorong literasi dan inklusi Reksa Dana yang lebih luas di Indonesia. Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini akan menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa di lima kota di Indonesia.

“Kami juga menyelenggarakan lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa. Melalui pendekatan ini, APRDI ingin mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dan kreatif dalam meningkatkan pemahaman investasi Reksa Dana di Indonesia dan masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya investasi yang terencana melalui Reksa Dana,” terangnya, Selasa (7/4).

Berita Terkait :  Pemkot Kediri Mantapkan Sinergi Lurah Lewat Sosialisasi Program Unggulan

Lolita menambahkan lomba penulisan artikel bagi wartawan dan lomba pembuatan Reels Instagram Reels bagi mahasiswa harus ditayangkan pada periode Pekan Reksa Dana 2026, yaitu tanggal 25 April 2026 hingga 1 Mei 2026.

APRDI telah menyiapkan hadiah menarik hingga total Rp55 juta bagi para pemenang lomba yang akan diumumkan pada tanggal 17 Juni 2026.

Adapun kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini, APRDI dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan roadshow di lima kota di Indonesia yang dimulai dari kota Surabaya (Surabaya 7 April, Semarang 9 April, Medan 14 April, Makassar 16 April, Bandung 20 April).

Kegiatan SOSEDU APRDI 2026 di Surabaya dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur dan di beberapa perguruan tinggi di Surabaya yang telah menjalin kerjasama dengan Galeri Investasi BEI, yaitu: Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA).

Sebagai acara puncak kegiatan SOSEDU ini akan digelar pada tanggal 27 April 2026 mendatang akan diadakan seremoni peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Dalam sambutan Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari menegaskan bahwa industri Reksa Dana di Jawa Timur juga menunjukan pertumbuhan yang siginifikan.

Berita Terkait :  Parade Takbir Keliling Daul Dugdug Hidupkan Malam Idul Fitri di Sampang

“Tercatat total transaksi Reksa Dana mencapai sekitar Rp4,96 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 54,60% (YoY) serta pertumbuhan investor Reksa Dana retail mencapai sekitar 141.861 SID, tumbuh 13,52% (YoY). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik produk Reksa Dana, termasuk kesesuaian dengan profil risiko dan tujuan investasi,” tuturnya.

Sementara itu, Dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06% menjadi sebesar Rp.679,24 Triliun jika dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp.502,92 Triliun.
Sedangkan secara total dana kelolaan investasi mengalami kenaikan sebesar 25,19% dari Rp. 804,87 Triliun pada akhir 2024 menjadi Rp. 1.007,65 Triliun pada akhir 2025.

Dana kelolaan ini merupakan yang tertinggi setelah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukan pertumbuhan yang stagnan.

Pertumbuhan AUM Reksa Dana yang paling tinggi di tahun 2025 adalah jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap dilanjutkan dengan jenis Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Teproteksi dan Reksa Dana Saham.

Untuk jenis Reksa Dana yang mengalami penurunan adalah Reksa Dana Indeks. Hal ini menunjukkan profil investor Indonesia yang cenderung masih konservatif – moderat dalam berinvestasi.

Adapun kinerja Reksa Dana tertinggi berdasarkan indeks Reksa Dana dari data Pasardana.id pada akhir tahun 2025 adalah Reksa Dana Saham sebesar 17,23%, Reksa Dana Campuran 12,48%, lalu Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar 6,96%, dan Reksa Dana Pasar Uang sebesar 3,18%.

Berita Terkait :  Komisi A DPRD Jatim Kunjungi Pemkab Madiun Bahas Pencegahan Narkotika

Pencapaian kinerja Reksa Dana Saham ini sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia yang ditandai dengan pertumbuhan IHSG di tahun 2025 sebesar 22,13%.

Dari sisi jumlah investor Reksa Dana terus menunjukkan tren peningkatan, dimana berdasarkan data SID dari KSEI hingga akhir tahun 2025 adalah sebanyak 19,2 juta SID, tumbuh sebesar 3,23% dari 18,6 juta SID di akhir tahun 2024.

Yang menarik dari jumlah investor tersebut didominasi investor muda yang berusia dibawah 30 tahun, yang mencapai 54,24% dari total investor. Hal ini menunjukkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang paham berinvestasi dan sudah memulainya sejak usia muda.

Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional, M. Maulana menyampaikan sebagai upaya yang terstruktur, masif dan berkelanjutan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat diperkenalkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Program tersebut akan di-launching pada tanggal 27 April 2026 mendatang. Untuk mendorong industri Reksa Dana dan pengelolaan investasi kedepannya, OJK telah membentuk tim kerja (task force) bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri Reksa Dana dan Pasar Modal Indonesia sesuai amanat UU P2SK. [riq.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!