26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 24, 2026
spot_img

DPRD Jatim Desak Pemerintah Tangani 34 Desa di Lamongan Terendam Banjir

DPRD Jatim, Bhirawa
Momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berubah menjadi duka bagi ribuan warga di Kabupaten Lamongan. Banjir yang telah berlangsung selama sekitar empat bulan terakhir masih merendam puluhan desa dan mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur hingga Sabtu (21/3/2026), sebanyak 34 desa di enam kecamatan terdampak banjir, yakni Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, dan Karanggeneng. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 35 sentimeter dan merendam permukiman serta fasilitas umum.

Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Gresik-Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih atau yang akrab disapa Gus Iwan, menilai banjir yang terjadi bukan sekadar bencana musiman, melainkan persoalan tahunan yang belum tertangani secara komprehensif.

“Banjir ini sudah berlangsung sekitar empat bulan dan terus berulang setiap tahun. Dampaknya sangat besar, ekonomi lumpuh, aktivitas sosial terganggu, hingga infrastruktur desa rusak,” ujarnya saat dikonfirmasi Bhirawa, Selasa (24/3).

Politisi NasDem ini menegaskan, kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan kolaborasi lintas pemerintah, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Menurutnya, koordinasi cepat dan langkah konkret harus segera dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat. Gus Iwan mengungkapkan, sejumlah faktor menjadi penyebab utama banjir, di antaranya tingginya intensitas hujan, tidak optimalnya saluran pembuangan air, serta kondisi geografis desa yang lebih rendah dibanding wilayah lain di Lamongan.

Berita Terkait :  Anggaran Satu Rumah Pompa di Surabaya Capai Rp5-18 Miliar

“Untuk itu, kami mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis. Pertama, menambah jumlah pompa air serta mengonversi penggunaan dari bahan bakar solar ke listrik agar operasional lebih optimal dan tidak terkendala pasokan BBM,” pintanya.

Kedua, lanjut dia, mempercepat pengerukan Bengawan Njero, embung, serta anak-anak sungai guna memperlancar aliran air. Ketiga, menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak, termasuk kebutuhan sembako, layanan kesehatan, serta dukungan transportasi.

Selain itu, ia juga menyoroti terganggunya sektor pendidikan akibat banjir yang merendam sejumlah sekolah. Pemerintah diminta segera mencarikan solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan, termasuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban banjir tahunan tanpa solusi yang jelas,” tegasnya.

Sementara, Kabid Darlog BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menyebut dampak banjir tergolong signifikan. Sebanyak 1.447 rumah warga terdampak, selain itu 12 tempat ibadah, 48 sekolah, dua kantor desa, dan dua fasilitas kesehatan turut terendam. Sekitar 20 hektare lahan pertanian juga dilaporkan mengalami kerusakan. [geh.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!