London, Bhirawa
Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin mengumumkan langkah jangka pendek dan terarah untuk meredam tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat akibat perang di Timur Tengah.
Martin mengatakan pemerintah akan mengambil langkah tersebut untuk mengurangi beban warga, tetapi ia belum menjelaskan kebijakan itu lebih lanjut.
Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di lokasi pembangunan perumahan pada Senin (23/3), seperti dilaporkan The Irish Times.
Menurut laporan tersebut, skema pengembalian pajak dan pembayaran tunjangan bahan bakar ganda menjadi opsi yang akan dibahas.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pengurangan bea cukai untuk menekan harga bahan bakar minyak.
Martin menanggapi kekhawatiran partai oposisi Sinn Fein bahwa pengembalian pajak bagi pengangkut BBM bisa membatasi pengurangan bea cukai solar bagi pengguna lain.
“Pertama-tama, kami akan mempertimbangkan serangkaian langkah segera, jangka pendek, yang terarah dalam hal tekanan langsung pada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah juga akan mempertimbangkan aspek efisiensi energi.
Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan peningkatan hibah tenaga surya atau penurunan batas kecepatan di jalan raya.
Eskalasi di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan wilayah di sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan balasan itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan telah memerintahkan penundaan lima hari untuk serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Ia menyebut keputusan itu diambil setelah pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” dengan Iran dalam dua hari terakhir. [ant.kt]



