Seoul, Bhirawa
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Minggu (15/3) mengatakan kepada RIA Novosti bahwa otoritas Korsel akan mengambil keputusan terkait potensi tindakan di Selat Hormuz setelah pertimbangan menyeluruh dan konsultasi dengan Amerika Serikat (AS).
Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump melalui akun media sosialnya di Truth Social menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, agar mengirim kapal ke Selat Hormuz.
“Kami mencermati penyebutan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosial. Terkait hal ini, Korea Selatan dan Amerika Serikat akan terus menjaga komunikasi erat dan, setelah melakukan peninjauan secara saksama, akan mengambil keputusan yang tepat,” kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa keselamatan jalur transportasi maritim internasional dan kebebasan navigasi merupakan kepentingan semua negara serta dilindungi oleh hukum internasional.
“Berdasarkan hal itu, kami berharap jaringan logistik maritim global dapat kembali berfungsi secara normal secepat mungkin,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Kementerian Luar Negeri juga menyatakan bahwa pemerintah Korea Selatan terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Timur Tengah serta mempertimbangkan berbagai langkah untuk melindungi warga negaranya dan menjamin keamanan jalur transportasi energi. [ant.kt]


