Banyuwangi, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong warganya mengembangkan potensi pertanian salah satunya tanaman melon dengan sistem hidroponik.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mencontohkan budi daya tanaman buah melon yang dikembangkan di Villa Green House di Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.
“Ada beberapa jenis melon kualitas premium yang ada disini, tapi saya ikut panen salah satunya yakni jenis melon kirin. Yang jelas, melon di sini itu semua tipenya yang renyah,” kata Ipuk saat meninjau pertanian tersebut, Rabu.
Tanaman melon yang dikembangkan di wilayah selatan Banyuwangi itu, lanjut dia, ditanam di lahan seluas kurang lebih 10×50 meter dan terdapat 7.500 tanaman melon menggunakan sistem hidroponik drip irrigation, sehingga suplai air dan nutrisi dapat diberikan secara terkontrol ke setiap tanaman.
Menurut Ipuk, di tempat ini dibudidayakan tiga varietas utama, yakni melon kirin atau golden kirin berwarna kuning bernet, sweet hami berkulit hijau, serta golden aroma dengan kulit hijau dan daging oranye.
Setiap dua pekan, pertanian greenhouse yang dikelola secara perorangan itu bisa memanen sekitar 1.000 buah melon.
“Produksinya sudah tertata dengan baik, ink contoh pertanian modern yang bisa terus dikembangkan, saya juga minta Dinas Pertanian untuk terus memberikan pendampingan,” katanya.
Sementara pengelola greenhouse, Imam Badrus Soleh menyampaikan usaha budidaya di lokasi tersebut telah berjalan selama dua tahun untuk melon.
Sebelumnya, lahan itu ditanami cabai, namun karena kondisi lingkungan lebih cocok untuk melon, komoditas tersebut menjadi fokus pengembangan hingga sekarang.
“Rata-rata produksi per pohon bobotnya itu 1,5 sampai 2 kilogram. Melon ini umurnya hanya 3 bulan. Setelah panen, tanaman dibongkar dan dilakukan penanaman ulang,” katanya.
Imam menambahkan harga jual melon bervariasi, untuk jenis kirin dipasarkan sekitar Rp35.000 per kilogram, sedangkan sweet hami dan golden aeoma sekitar Rp30.000 per kilogram. [ant.kt]


