Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) menggandeng Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya menggelar Student Forum bertajuk “A Chip Odyssey”. Forum lintas disiplin ini bertujuan membekali mahasiswa mengenai urgensi industri semikonduktor yang kini tidak hanya menjadi isu teknis, namun telah bergeser menjadi instrumen diplomasi dan ekonomi global.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan FT UB ini menarik antusiasme mahasiswa dari berbagai latar belakang, mulai dari Teknik, MIPA, Ilmu Komputer, hingga Hubungan Internasional dan Bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman mengenai “otak” dari segala perangkat elektronik ini telah menjadi agenda strategis lintas sektoral.
Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB, Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi mahasiswa Indonesia untuk menyerap semangat keberhasilan Taiwan. Negara tersebut dinilai sukses membangun ekosistem semikonduktor hingga menjadi kiblat teknologi dunia.
“Universitas Brawijaya berkomitmen mendukung program prioritas nasional di bidang semikonduktor. Kami memperkuatnya melalui kurikulum, peningkatan kualitas SDM, serta kolaborasi internasional. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri adalah kunci fondasi teknologi tinggi di tanah air,” tegas Dr. Indradi.
Senada dengan hal tersebut, Keynote Discussant dari TETO Surabaya, Mr. Isaac C. Chiu, memaparkan bahwa kunci utama kesuksesan Taiwan bukan sekadar pada mesin, melainkan pada investasi manusia.
“Semikonduktor bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang talenta, strategi, dan kemitraan internasional. Perjalanan Taiwan membuktikan bahwa investasi jangka panjang pada modal manusia adalah fondasi sejati dari inovasi,” ujar Isaac di hadapan peserta.
Acara juga diwarnai dengan pemutaran film dokumenter “A Chip Odyssey”. Dokumenter ini memberikan gambaran reflektif bagaimana Taiwan membangun ekosistem teknologi melalui visi yang konsisten dan kolaborasi lintas generasi.
Dalam sesi diskusi interaktif, mahasiswa tidak hanya menggali sisi teknis manufaktur chip, tetapi juga peluang studi lanjut dan karier di sektor ini. Menariknya, forum ini juga mengupas bagaimana Taiwan menggunakan kekuatan industrinya sebagai instrumen diplomasi teknologi dalam hubungan antarnegara.
Melalui kegiatan ini, FT UB berharap kesadaran generasi muda akan posisi strategis semikonduktor semakin meningkat, sehingga mereka siap berperan aktif dalam ekosistem teknologi global di masa depan. [mut.wwn]


