Situbondo, Bhirawa
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Situbondo meluncurkan program Swasti (Sarasehan Wanita Seluruh Situbondo).
Program ini sebagai wadah silaturahmi, pertukaran gagasan, dan penguatan peran perempuan lintas organisasi. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Pate Alos, Besuki, Situbondo.
Ketua TP PKK Situbondo, Husna Laili, mengatakan Swasti digagas bersama GOW dan DWP sejak tahun lalu. Forum ini tidak dirancang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan ruang bersama bagi perempuan untuk saling menguatkan.
“Kegiatan sarasehan wanita ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah ruang perjumpaan hati, ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan kekuatan,” ujar Mbak Una, panggilan akrabnya.
Menurut istri Bupati Situbondo itu, kehadiran Swasti menegaskan bahwa perempuan Situbondo tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak perubahan. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan daerah.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis. Dari rahim perempuan lahir generasi masa depan. Dari tangan perempuan tumbuh nilai-nilai kebaikan dalam keluarga dan masyarakat. Dan dari pikiran perempuan lahir ide-ide besar yang mampu membawa kemajuan,” tegas Mbak Una.
Kendati demikian, Mbak Una mengakui jika masih ada perempuan yang merasa ragu terhadap potensi dirinya. Melalui Swasti, ia ingin menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian perempuan untuk bersuara dan berperan aktif.
“Perempuan Situbondo itu kuat, cerdas, dan berdaya. Jangan ragu untuk belajar, berinovasi, dan mengambil peran di ruang-ruang strategis-baik di keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah,” ujarnya.
Mbak Una menambahkan, perempuan boleh bersikap lembut dan penuh empati, tetapi tetap harus tangguh dan berani. Pada saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas perempuan, membuka ruang partisipasi yang luas, serta mendorong kemandirian dan daya saing perempuan.
“Saya berharap, melalui kegiatan sarasehan ini, akan lahir semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan kolaborasi antar perempuan di seluruh Situbondo. Jadikan forum ini sebagai tempat bertumbuh, saling menginspirasi, dan menyalakan harapan,” imbuh Mbak Una.
Peluncuran Swasti yang diselenggarakan TP PKK, GOW, dan DWP Kabupaten Situbondo ini dihadiri perwakilan hampir 25 organisasi perempuan dengan jumlah peserta sekitar 300 orang. Organisasi yang terlibat antara lain Fatayat NU, Aisyiyah, Muslimat, IWAPI serta berbagai organisasi perempuan lain yang tersebar di Kota Santri Situbondo. (awi.dre)

