Surabaya, Bhirawa
Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) telah memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 tetap tumbuh positif secara tahunan maupun bulanan. Adapun kondisi tersebut tercermin dari nilai Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 yang diprakirakan sebesar 500,4, atau tumbuh sebesar 17,0 0/0 (yoy), meskipun melambat dibandingkan realisasi November 2025 sebesar 21,4% (yoy).
Menurut Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, berdasarkan kelompoknya, kinerja penjualan yang diprakirakan tetap positif terutama ditopang oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori; Makanan, Minuman dan Tembakau; serta Barang Budaya dan Rekreasi, seiring dengan meningkatnya permintaan pada periode HBKN Natal dan Tahun Baru.
“Barang Lainnya Subkelompok Sandang diprakirakan mengalami peningkatan pertumbuhan. Adapun beberapa kelompok diprakirakan mengalami perbaikan meskipun masih berada pada fase kontraksi, yaitu Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya serta Peralatan Informasi dan Komunikasi. Sementara itu, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diprakirakan mengalami kontraksi yang lebih dalam,” terangnya, Minggu (18/1).
Ibrahim menambahkan secara bulanan, kinerja penjualan pada Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh positif sebesar 0,9 0/0 (mtm), meskipun melambat dari 1,3% (mtm) pada November 2025.
“Tetap positifnya kinerja penjualan tersebut didorong oleh seluruh kelompok yang diprakirakan berada pada fase pertumbuhan, terutama Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi; Barang Budaya dan Rekreasi; serta Suku Cadang dan Aksesori,” jelasnya.
Pada November 2025, realisasi kinerja penjualan eceran meningkat baik secara tahunan maupun bulanan. IPR November 2025 tercatat sebesar 496, 1, tumbuh sebesar 21 ,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh sebesar 1 9,1 % (yoy).
Peningkatan kinerja penjualan eceran Kota Surabaya sejalan dengan perkembangan IPR Nasional November 2025 yang tercatat sebesar 222,9, atau tumbuh 6,3 % (yoy), naik dari 4,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan kelompoknya, peningkatan penjualan didorong oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori; Makanan, Minuman dan Tembakau; Barang Budaya dan Rekreasi; serta Barang Lainnya Subkelompok Sandang.
Di sisi lain, terdapat tiga kelompok yang mengalami perbaikan meskipun masih berada pada fase kontraksi, yaitu Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya; serta Peralatan Informasi dan Komunikasi. Namun, secara bulanan, penjualan eceran November 2025 tumbuh sebesar 1,3% (mtm), meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar 0,4% (mtm).
Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan kinerja penjualan pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi; Suku Cadang dan Aksesori; Barang Lainnya Subkelompok Sandang; serta Makanan, Minuman dan Tembakau, seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, beberapa kelompok juga mencatatkan perbaikan kinerja setelah terkontraksi pada bulan sebelumnya, yaitu Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya; serta Barang Budaya dan Rekreasi.[riq.ca]

