Gresik, Bhirawa
Kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang tahun 2025, tak lantas membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengikuti pasar. Melalui SIG Infrastructure Summit bertema “Bangga Bangun Indonesia”, SIG mengemukakan langkah-langkah strategisnya untuk menyiasati persaingan industri yang ketat.

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan mengatakan, SIG terus melanjutkan transformasi bisnis untuk menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. SIG juga hadir lebih dekat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah, sekaligus meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.
“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,” kata Dicky Saelan di Renaissance Hotel Nusa Dua Bali

Melalui SIG Infrastructure Summit, SIG memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional, serta menegaskan kepemimpinannya di industri bahan bangunan di Indonesia. Tidak hanya menyediakan solusi bahan bangunan seperti semen hijau dan produk turunannya yang ramah lingkungan, tetapi juga layanan jasa pendukung, dengan dukungan fasilitas operasi yang luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani mengatakan, bahwa berdasarkan kajian dan proyeksi internal penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5% pada 2026. Didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi.

Direktur Operasi SIG Reni Wulandari, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan konstruksi berkelanjutan di Indonesia. Melalui penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon, juga memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material dan proses yang ramah lingkungan. Sehingga lebih rendah emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi di atas 90 persen.
“Seperti semen hidraulis SIG dengan merek PwrPro, yang dirancang untuk menghasilkan beton bermutu tinggi yang ramah lingkungan. Terbukti tangguh dalam menopang konstruksi strategis, di antaranya Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, Kawasan Industri Batang, Sabo Dam Merapi, dan Kendal Industrial Park. Juga mendorong penggunaan produk turunan semen hijau yaitu bata interlock presisi, sebagai solusi untuk mendukung program 3 juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintah.”ujarnya.

Wakil Direktur Utama SIG Andriano Hosny Panangian mengatakan, komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi konstruksi yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Seiring dengan industri konstruksi global yang semakin mengarah pada dekarbonisasi, sehingga diperlukan inovasi material dan teknologi yang mampu menekan emisi dengan tetap menjaga keandalan infrastruktur.[kim.ca]

