24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Dua Hari, Angin Puting Beliung Terjang Ratusan Rumah dan Pohon di Tulungagung

Tulungagung, Bhirawa
Bencana angin puting beliung melanda Kabupaten Tulungagung selama dua hari berturut-turut pada Jumat (2/1) dan Sabtu (3/1). Akibat terjangan angin kencang ini setidaknya 119 rumah warga di sembilan kecamatan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji mengatakan, pihaknya sudah dilakukan asesmen di lokasi bencana tersebut. Bahkan, sudah didistribusikan bantuan darurat bagi warga yang terdampak.

”Sudah dilakukan pemberian bantuan logistik kebutuhan dasar oleh BPBD Tulungagung. Termasuk terpal. Setelah asesmen selesai bantuan lanjutan akan dilakukan,” ujarnya.

Sudarmaji menyebut jumlah kerusakan rumah terbanyak akibat puting beliung yang terjadi pada Sabtu (3/1), yakni di Desa Waung Kecamatan Boyolangu. Di desa tersebut terdata sebanyak 51 rumah rusak.

”Hari Sabtu (3/1) secara keseluruhan rumah yang rusak akibat angin kencang sebanyak 68 rumah. Yang terbanyak di Desa Waung sejumlah 51 rumah,” terangnya.

Sudarmaji juga memaparkan dari 68 rumah rusak itu, tiga di antaranya berlokasi di Desa Purworejo Kecamatan Ngunut, delapan rumah di Desa Rejosari Kecamatan Gondang dan enam rumah di Desa Trenceng Kecamatan Sumbergempol.

”Kemudian satu warung BUMDES di Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat,” sambungnya.

Sehari sebelumnya, jelas Sudarmaji, yang mengalami bencana puting beliung berada di Kecamatan Besuki, Kecamatan Bandung, Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Tanggunggunung. Akibat angin kencang di empat kecamatan itu total sebanyak 51 rumah rusak.

Berita Terkait :  Polres Mojokerto Kota Gelar Baksos dan Bakti Kesehatan di Bulan Ramadan

”Saat kejadian angin puting beliung ada sejumlah pohon yang tumbang. Di antaranya berlokasi di depan stasiun Rejotangan, Desa Puworejo Kecamatan Ngunut dan Desa Waung Kecamatan Boyolangu. Kami langsung melakukan penanganan pohon tumbang itu,” tandasnya.

Mantan Sekretaris DPRD Tulungagung ini mengimbau agar warga waspada terhadap cuaca yang saat ini cenderung ekstrem. Terutama ketika hujan lebat disertai angin.

”Berdasar rilis resmi BMKG, ada potensi cuaca ekstrem pada periode 1-10 Januari 2026. Kami imbau masyarakat Tulungagung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut,” tandasnya. [wed.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru