28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

YPTA Ajak Anak Muda Hidupkan Pancasila Lewat Foto


Surabaya, Bhirawa
Komitmen dalam menjaga semangat kebangsaan dalam diri generasi muda terus digelorakan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya. Cara itu dikemas cumul menarik melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satinya dalam memperingati Bulan Bung Karno 2026, Direktorat Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya menggelar Seminar Fotografi Jurnalistik bertema “Wajah Pancasila di Era Nasionalisme Modern”.

Kegiatan ini sekaligus memberikan apresiasi kepada peserta lomba fotografi “Pancasila dalam 1 Bingkai”, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 6 Untag Surabaya itu menghadirkan Ketua Pengurus YPTA Surabaya J. Subekti dan fotografer jurnalistik Trisnadi Marjan sebagai pemateri. Sekitar 200 peserta dari kalangan siswa SMP, SMA, mahasiswa, hingga masyarakat umum mengikuti rangkaian acara tersebut.

Direktur Sistem Informasi YPTA Surabaya, Eko Halim Santoso, mengatakan seminar dan lomba fotografi sengaja dipilih sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno karena fotografi dinilai menjadi media yang dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.

“Kalau kita bicara fotografi, sebenarnya acara ini dibuat sebagai ruang belajar dan ruang berkarya, sekaligus untuk mengingat kembali nilai-nilai Pancasila. Pancasila tidak hanya dipahami sebagai teori atau narasi saja, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui fotografi,” ujar Eko.

Menurutnya, foto saat ini telah menjadi bahasa komunikasi yang sangat kuat. Tidak hanya merekam peristiwa, sebuah foto juga mampu menyampaikan pesan, nilai, suasana, hingga semangat kemanusiaan yang terkadang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Prioritaskan Sekolah Lama dalam Pelaksanaan SPMB

“Foto yang baik bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna, memiliki pesan, dan mampu menggerakkan kesadaran orang yang melihatnya,” katanya.

Eko menjelaskan, tema “Pancasila dalam 1 Bingkai” dipilih untuk mengajak peserta melihat bahwa nilai-nilai Pancasila sesungguhnya hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari gotong royong, toleransi, persatuan, kepedulian sosial, hingga penghormatan terhadap keberagaman.

“Ketika peserta mengabadikan momen-momen tersebut melalui kamera, mereka bukan hanya menghasilkan karya foto. Mereka sedang merekam nilai, menangkap pesan kebangsaan, dan menunjukkan bahwa Pancasila masih hidup serta relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, lomba fotografi tahun ini terbagi dalam kategori siswa SMP dan SMA sederajat serta kategori mahasiswa dan umum. Meski awalnya ditujukan bagi peserta Jawa Timur, antusiasme yang tinggi membuat peserta dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi.

“Total ada sekitar 200 peserta. Awalnya memang untuk Jawa Timur, tetapi ternyata yang ikut juga dari luar Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPTA Surabaya J. Subekti menegaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun oleh YPTA bersama tiga satuan pendidikan di bawah naungannya, yakni Untag Surabaya, SMATAG, dan SMPTAG.

“Setiap tahun YPTA Surabaya bersama tiga satuan pendidikan selalu mengadakan berbagai kegiatan selama Bulan Bung Karno. Intinya untuk melawan lupa, supaya sejarah tetap bisa diingat, terutama oleh mahasiswa dan generasi muda bahwa Indonesia merdeka karena berdiri tegak di atas dasar negara Pancasila,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pemkab Sumenep Gelar Jamasan Pusaka Keraton

Menurut Subekti, cita-cita yang diwariskan Bung Karno melalui Pancasila hingga kini masih relevan untuk diperjuangkan. Ia menyebut Indonesia masih harus mewujudkan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta kepribadian bangsa yang kuat dalam bidang kebudayaan.

“Keinginan Bung Karno ketika melahirkan Pancasila adalah membentuk masyarakat yang memiliki kedaulatan politik, kedaulatan pangan, berdiri di atas kaki sendiri, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Itu yang sampai sekarang masih menjadi cita-cita bersama,” katanya.

Ia juga menyoroti munculnya kesan bahwa sebagian generasi muda mulai menjauh dari nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, kondisi tersebut bukan karena generasi muda menolak Pancasila, melainkan karena minimnya figur dan keteladanan yang dapat mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.

“Mereka kehilangan tokoh dan figur. Mereka jarang melihat bagaimana perilaku seorang Pancasilais hadir dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, mereka kesulitan menarasikan bagaimana mengamalkan Pancasila,” ujarnya.

Meski demikian, Subekti optimistis semangat kebangsaan generasi muda masih dapat dibangkitkan melalui pendidikan dan berbagai kegiatan yang relevan dengan dunia mereka.

“Kalau ada yang mengingatkan kembali, jiwa Pancasila mereka akan terbangun. Ini terbukti di Untag Surabaya. Setiap kali berbicara tentang Pancasila, mahasiswa merespons dengan baik dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Karena itu, YPTA Surabaya terus mengembangkan berbagai cara untuk memperkenalkan kembali pemikiran Bung Karno kepada masyarakat, termasuk melalui pameran foto dan karya seni.

Berita Terkait :  "Kopi Sedjati" Inovasi Kopi Celub Herbal Kolaborasi Tim Dosen Ubaya dan UKWMS dari Desa Kebontunggul Mojokerto

“Kami memamerkan foto-foto Bung Karno dan meminjamkan koleksi foto maupun lukisan ke berbagai kegiatan di Surabaya. Tujuan kami bukan untuk mengkultuskan Bung Karno, tetapi untuk mengingatkan bahwa ajaran dan pemikiran beliau yang visioner masih sangat relevan untuk masa depan Indonesia,” tegasnya.

Melalui seminar fotografi jurnalistik ini, YPTA Surabaya berharap generasi muda tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara yang dihafalkan, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam tindakan nyata serta menyebarkannya melalui karya-karya kreatif yang inspiratif. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!