Dikukuhkan Jadi Duta SMA Nasional, Fachri Akbar Lanjutkan Tradisi Prestasi Jatim
Kebanggaan mengemban tanggung jawab baru sebagai Duta SMA Nasional 2026 terpancar dari wajah Fachri Akbar Triyanto. Siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro itu baru saja menuntaskan perjalanan panjang melalui seleksi yang ketat. Namun, di balik pencapaiannya, ada kisah tentang semangat, kepemimpinan, dan keberanian untuk mengambil peran lebih besar bagi pelajar Indonesia.
Oleh:
Diana Rahmatus, Yogyakarta
Fachri akhirnya dinobatkan sebagai Duta SMA Nasional 2026 bersama Ratu Mesia dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Keduanya terpilih dalam rangkaian seleksi yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pengukuhan dan penguatan Duta SMA 2026 berlangsung pada 10-14 Agustus 2026 di Indoluxe Hotel Jogjakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagi Fachri, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan. Ada tanggung jawab yang menyertainya. Sebagai Duta SMA, ia dituntut mampu menjadi teladan, pelantang sebaya, sekaligus agen perubahan yang membawa gagasan positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.
Program Duta SMA sendiri menjadi salah satu wadah strategis Kemendikdasmen dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi, serta mampu menjadi penggerak perubahan.
Tahun ini, sebanyak 38 pasang Duta SMA dari seluruh provinsi di Indonesia mengikuti pengukuhan sekaligus penguatan Duta SMA 2026.
Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang mendapat apresiasi khusus karena memiliki partisipasi terbanyak. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme pelajar Jawa Timur untuk mengambil peran dalam pengembangan kepemimpinan dan karakter di tingkat nasional. Namun, kisah Fachri di Yogyakarta tidak berhenti pada panggung Duta SMA.
Pada hari yang sama ketika mengikuti rangkaian kegiatan Duta SMA, Fachri juga tengah menjalani Semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional 2026 bidang Kebumian, Rabu (12/8).
Setelah menuntaskan kompetisi sains tersebut, Fachri kembali melanjutkan perjuangannya pada malam hari. Kali ini, ia menghadapi tahap akhir pemilihan Duta SMA Nasional. Dua panggung prestasi itu akhirnya dituntaskan dalam satu hari.
Fachri berhasil meraih gelar Duta SMA Nasional 2026. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
“Prestasi ini luar biasa membanggakan, karena dengan semangat dan motivasi yang luar biasa Fachri bisa berkompetisi di ajang bergengsi sekaligus. Yang satu sukses meraih gelar Duta SMA Nasional tahun 2026, mudah-mudahan nanti ananda Fachri juga akan melanjutkan di tahap final OSN dan bisa menyumbangkan prestasi terbaiknya,” ujar Aries, Kamis (13/8).
Menurut Aries, pencapaian Fachri menunjukkan bahwa pembinaan pelajar tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi akademik. Kemampuan memimpin, berkomunikasi, membangun karakter, hingga kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda.
“Pengembangan prestasi murid tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga nonakademik. Setiap prestasi yang diukir akan menjadi pengalaman dan modal penting bagi murid untuk mengembangkan potensi, menentukan pilihan pendidikan, serta mempersiapkan kariernya ke depan,” terangnya.
Karena itu, Aries mendorong pelajar Jawa Timur untuk terus berani mengembangkan potensi dan mengambil kesempatan berprestasi di berbagai bidang.
“Saya berharap apa yang diukir ananda Fachri di kancah nasional, di dua ajang bergengsi, dapat menjadi motivasi para siswa untuk berkembang dan meningkatkan kualitasnya untuk berprestasi di bidang apa pun,” ucap Aries.
Dinas Pendidikan Jawa Timur, lanjut Aries, terus memperkuat pembinaan melalui training center (TC) bagi kontingen Jawa Timur sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional. Pembinaan tersebut tidak hanya menyentuh penguasaan materi lomba, tetapi juga kesiapan mental dan kematangan emosional peserta.
Jejak Fachri sendiri bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ia memiliki rekam prestasi sekaligus pengalaman kepemimpinan yang mendukung perannya sebagai Duta SMA Nasional.
Ia tercatat sebagai Honorable Mention OSN Geografi Nasional 2025, Finalis Nasional OSN Geografi, serta Finalis Nasional Olimpiade Geografi dan Geosains ITB.
Di bidang kepemimpinan, Fachri pernah memimpin Komunitas Duta Pelajar Provinsi Jawa Timur dan mengoordinasikan program edukasi integritas pelajar yang menjangkau lebih dari 7.000 peserta.
Dalam proses seleksi Duta SMA 2026, Fachri membawa gagasan “SEDULUR HEBAT: Terbiasa Bersama Teman Sebaya”. Program berbasis peer accountability tersebut dirancang untuk memperkuat implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) di lingkungan SMA.
Gagasan itu menempatkan teman sebaya sebagai bagian penting dalam membangun kebiasaan positif. Murid didorong untuk saling mendukung, mengingatkan, dan memotivasi.
Dalam skema tersebut, Duta SMA tidak hanya menjadi figur representatif, tetapi juga berperan sebagai penggerak, fasilitator, sekaligus penghubung praktik baik antarsekolah.
Keberhasilan Fachri juga melanjutkan tradisi prestasi Jawa Timur dalam ajang Duta SMA Nasional.
Pada 2022, Jawa Timur mengantarkan Vania Winola Febriyanti dari SMA Negeri 6 Surabaya sebagai Duta SMA Nasional. Tradisi itu berlanjut pada 2025 melalui Alexa Salsabila Putri Rahmanto dari SMAN 1 Sooko.
Bahkan, konsistensi Jawa Timur dalam ajang tersebut mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Duta SMA 2027. Agenda itu diharapkan menjadi ruang bagi pelajar dari seluruh Indonesia untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik.
Bagi Jawa Timur, keberhasilan Fachri bukan sekadar tambahan satu gelar nasional. Lebih dari itu, pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan kepemimpinan dan karakter.
Dari ruang kompetisi sains hingga panggung Duta SMA, Fachri membawa satu pesan penting: menjadi pelajar berprestasi bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga tentang kesiapan untuk mengambil peran, menginspirasi teman sebaya, dan memberi manfaat bagi lingkungan.
Kini, setelah menyandang gelar Duta SMA Nasional 2026, perjalanan Fachri justru memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar mengejar prestasi untuk diri sendiri, melainkan membawa suara dan semangat pelajar Jawa Timur ke panggung yang lebih luas. [ina.gat]



