Pemprov Jatim, Bhirawa – Sebanyak 25 pemuda-pemudi kreatif mengikuti Gelar Produk Session Batch 1 Digital Creativepreneur 2026, Youth Creativepreneur Center (YC2) dalam rangka memfasilitasi pemasaran produk yang digelar di Galeri Batik dan Cinderamata Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jawa Timur, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Beranda Pop Up Market Local Heroes: Merdeka Creative Market yang menempatkan pengembangan UKM muda sebagai fokus utama.
Semangat membangun wirausaha sejak usia dini mengemuka dalam sambutan yang disampaikan oleh Haryo Bimo Bramantyo, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jawa Timur, yang mewakili Kepala Dinas Endy Alim Abdi Nusa.
Menurut Bimo, begitu ia karib disapa, inisiatif ini adalah bentuk implementasi program prioritas yang digagas pada periode kedua kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah. “Bu Gubernur ingin membangun UKM sejak usia dini, dari masa kuliah hingga menjadi pengusaha yang tidak hanya mempekerjakan diri sendiri tetapi juga membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Haryo Bimo Bramantyo.
Program ini bukan sekadar menghasilkan output atau outcome, yang dikejar adalah impact yang berkelanjutan. Dari take-off ke bootcamp dan demo day. Alur program disusun bertahap untuk memaksimalkan kesiapan peserta.
Salah satu daya tarik program ini adalah sertifikasi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bimo menegaskan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga sertifikat LSP dan BNSP yang dapat memperkuat kredibilitas usaha mereka.
“Benefit dari sini adalah memperoleh sertifikat gratis dari pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tidak hanya satu, tp dapat dua sertifikat, yaitu sertifikat LSP dan sertifikat BNSP. Ini kalau bukan karena dukungan Pemprov Jatim, Diskop UKM Jatim dan Kadin Jawa Timur, mungkin belum tentu ada program begini,” cetus dia menambahkan.
Program ini hadir berkat kolaborasi antara Pemprov Jatim, Kementerian UKM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Ciputra Entrepreneurship Center, dan pihak-pihak lain.
Bimo berharap model yang dikembangkan bisa menjadi role model dan direplikasi di daerah lain, serta berkelanjutan sehingga memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem UMKM.
“Harapannya nanti dari program ini ada lanjutan di tahun-tahun berikutnya. Peserta bisa ikut difasilitasi program lain, UKM berprestasi ataupun program-program lainnya. Semoga ini bisa menjadi contoh role model dan bisa direplikasi tempat lain,” kata Bimo lantas tersenyum.
Dalam sambutannya Bimo juga menyinggung arahan pimpinan yang menekankan pentingnya dampak nyata. Ia mengatakan Kepala Dinas sering menantang tim untuk tidak hanya fokus pada angka dan kegiatan, tetapi pada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pak Kadis sering men-challenge kepada kami, jangan hanya sekedar ada output, hanya sekedar outcome, tapi bagaimana impact,” tuturnya.
Pernyataan ini menjadi landasan agar seluruh rangkaian program dirancang dengan tujuan mencetak pengusaha muda yang siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.
Program ini direncanakan berkelanjutan dan menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat ekosistem entrepreneurship di kalangan pemuda. “Ini luar biasa. Kami mencoba menerjemahkan arahan pimpinan dan menambahkan elemen sustainable atau berkelanjutan,” kata Bimo menutup. [aya.kt]



