27 C
Sidoarjo
Sunday, April 26, 2026
spot_img

Disnakertrans Jatim Dorong Pelatihan LPK Bertaraf Global


Pemprov, Bhirawa
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menggelar pembinaan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) di Ruang Wawasan, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini diikuti 117 peserta dari LPK dan BLK-LN se-Jawa Timur, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan KADIN Institute.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, ST, MM., menegaskan bahwa keberadaan 1.925 LPK di Jawa Timur merupakan potensi besar yang harus diimbangi dengan tata kelola profesional, tertib administrasi, serta kepatuhan terhadap aspek legalitas.

“LPK tidak boleh hanya berorientasi pada sertifikat, tetapi harus mampu menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar siap kerja dan sesuai kebutuhan industri global,” tegasnya.

Dari sisi kebijakan nasional, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia (PKVPMI) KP2MI, Abri Danar Prabawa, S.E., M.P.A., menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pekerja migran seiring terbukanya peluang kerja di berbagai sektor.

Namun, ia mengungkapkan bahwa penempatan pekerja migran asal Jawa Timur masih didominasi sektor domestik.

Menurutnya, pelatihan harus disesuaikan dengan standar negara tujuan, baik dari sisi keterampilan teknis, bahasa, maupun pemahaman budaya kerja.

“Setiap negara memiliki standar berbeda, sehingga pelatihan harus spesifik dan terarah sesuai kebutuhan pasar kerja internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur KADIN Institute, Dr. Nurul Indah Susanti, S.Psi., M.Si., menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga kerja berbasis data sebagai fondasi pengembangan pelatihan vokasi.

Berita Terkait :  Dandim 0830 Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Tetap Jaga Surabaya

Menurutnya, pemetaan diperlukan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan riil pasar kerja global, mulai dari sektor pekerjaan potensial, standar kompetensi negara tujuan, hingga kesiapan lembaga pelatihan.

“Pelatihan tidak bisa lagi bersifat umum. Harus berbasis data agar penyiapan tenaga kerja lebih terarah dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain kompetensi teknis, aspek soft skill, kesiapan mental, serta pemahaman regulasi dan budaya kerja juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pekerja migran.

Sebelumnya Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Jatim, Drs. Arif Khamzah, M.Si., menyampaikan bahwa pembinaan ini difokuskan pada peningkatan kualitas pelatihan calon pekerja migran Indonesia (CPMI), termasuk pendataan lembaga vokasi serta pengkajian ulang kurikulum pelatihan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pelatihan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja migran yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Disnakertrans Jatim mendorong penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas kelembagaan pelatihan kerja. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan pekerja migran Indonesia yang lebih kompeten, adaptif, dan berdaya saing di pasar global. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!