31 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Wawali Perkuat Karakter Batu Kota Wisata Berbasis Alam dan Pertanian

Kota Batu,Bhirawa – Daya tarik Kota Batu tidak hanya terletak pada destinasi wisata alam dan buatan, tetapi juga pada kekayaan pertanian. Wakil Wali Kota (Wawali) Batu, Heli Suyanto menyatakan beragam buah-buahan dan komoditas hortikultura menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang juga bisa menjadi potensi wisata. Dan hal ini bisa memperkuat karakter Kota Batu sebagai kota wisata berbasis alam dan pertanian yang ada di pedesaan.

Perpaduan tersebut, kata Heli, membuat wisatawan dapat menikmati banyak pengalaman dalam satu kunjungan. Karena itu, ia mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati Kota Batu lebih lama.

“Semua warga Indonesia, silakan hadir ke Kota Batu. Insya Allah kerasan di sini. Dan mengunjungi Kota Batu tak cukup sehari, tetapi satu minggu,” ujarnya, Selasa (1/9/2026)

Salah satu destinasi alam andalan di Kota Batu adalah Bukit Jengkoang yang berada di lereng Gunung Arjuno. Bukan sekadar memandangi pegunungan, wisatawan diajak menyusuri kebun, menembus jalur offroad, dan mengamati habitat burung elang hingga menikmati segarnya mata air.

Salah satu yang menjadi daya tarik adalah paket wisata olahraga otomotif, motorsport. Pengunjung juga bisa menjelajahi jalur pedesaan menggunakan ATV, motor trail, maupun mobil jeep offroad.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan mengatakan bahwa dengan berkunjung ke Desa Wisata Bulukerto, wisatawan diajak menyusuri sejumlah kawasan dengan pemandangan khas pegunungan. Rute tersebut mengarah dari Gunung Pucung hingga Bukit Jengkoang.

Berita Terkait :  Perluas Akses Informasi Kesehatan, MHX Surabaya 2026 Hadirkan 20 Rumah Sakit Terkemuka

“Kami menyuguhkan kepada pengunjung untuk menikmati potensi wisata alam dengan jip offroad. Paket wisata ini tentunya menjadi hal yang berbeda dengan wisata lainnya,” kata Suhermawan.

Menurut dia, wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman berkendara. Sepanjang perjalanan, mereka bisa menikmati hamparan lahan pertanian dan lanskap pegunungan yang menjadi karakter Desa Bulukerto.

Di sisi lain, Disparta Kota Batu terus mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menggerakkan seluruh potensi wisata yang ada di masing- masing desa dengan membentuk tim kelembagaan tersendiri. Tim penggerak pariwisata ini diharapkan menjadi ujung tombak pengembangan destinasi sekaligus membuka ruang lebih besar bagi partisipasi masyarakat pedesaan.

Kepala Disparta (Kadisparta) Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan bahwa pengembangan desa wisata dilakukan melalui berbagai program pembinaan. Pendampingan tidak hanya menyasar atraksi, melainkan juga sumber daya manusia, kelembagaan, pemasaran hingga infrastruktur.

“Salah satunya melalui bimbingan teknis dan peningkatan kapasitas SDM. Pengelola, termasuk Pokdarwis dan BUMDes, didorong memiliki kemampuan pelayanan wisata atau hospitality, bahasa asing, storytelling, hingga mitigasi bencana pariwisata,” ujar Onny.

Ia menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan disparta diarahkan pada transparansi manajerial, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dan tak kalah penting yaitu penyiapan regulasi desa agar pengelolaan destinasi semakin profesional dan akuntabel.

“Kami berharap desa wisata agar tidak hanya memiliki atraksi, melainkan juga mempunyai tata kelola yang baik, SDM yang siap, serta produk wisata yang mampu memberikan pengalaman bagi pengunjung,” harap Onny.

Berita Terkait :  Cegah Transaksi Palsu, GoPay Luncurkan Aplikasi untuk UMKM

Dari sisi pemasaran, Disparta mendorong setiap desa menemukan unique selling proposition (USP) atau keunggulan yang menjadi pembeda. Potensi seperti wisata petik apel, kriya lokal, agrowisata bunga hingga olahraga ekstrem kemudian dapat dikemas melalui identitas visual dan kampanye digital.

Beberapa waktu lalu, Wawali Heli Suyanto telah mempromosikan Kota Batu sebagai wisata alam yang sejuk dengan aneka pertanian yang beragam. Pengenalan ini dilakukan dalam Podcast Bang Syukur Mandar yang berlangsung di Taman Pelataran Balai Kota Among Tani.

Dengan latar gedung Balai Kota Among Tani yang megah, Heli menceritakan karakter Kota Batu yang memiliki banyak pilihan wisata dalam satu kota. Mulai dari wisata alam dengan udara sejuk, wisata buatan, hingga pengalaman menikmati kawasan pertanian dan hortikultura.

“Kota Batu ini semuanya ada. Tidak usah jauh-jauh ke luar negeri. Di Batu semuanya ada, semuanya keren-keren,” tandas Heli. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!