Surabaya, Bhirawa
Universitas Ciputra Surabaya kembali menggelar UC Fair & UC Play 2026 sebagai upaya mendorong lahirnya entrepreneur muda sejak bangku sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret menjawab tantangan rendahnya rasio wirausaha nasional yang tercatat masih sekitar 3,57 persen per Maret 2025.
Mengusung tema “The Awakening of Emerald Jungle”, UC Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana pembelajaran langsung bagi siswa SMA untuk mengenal dan merasakan proses berwirausaha.
Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah Bazaar Competition. Pembina UC Fair 2026, Timothy Joshua Malawau, mengungkapkan bazaar kompetisi dirancang untuk para pelajar agar menciptakan ide bisnis, mengelola produk, hingga berinteraksi langsung dengan konsumen. “Konsep tersebut sejalan dengan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang menekankan pembelajaran berbasis praktik,” ucap Timothy.
Selain itu, UC Play turut dihadirkan sebagai rally game interaktif yang mengenalkan dunia entrepreneurship secara menyenangkan lintas bidang ilmu. Lebih lanjut, ia menambahkan pentingnya pendekatan experiential learning dalam membangun pola pikir kewirausahaan. Ia menyebutkan, siswa perlu merasakan langsung proses berbisnis, mulai dari menciptakan ide hingga menghadapi tantangan.
“Entrepreneurship tidak cukup dipahami secara teori. Anak-anak SMA perlu merasakan langsung prosesnya. UC Fair 2026 kami desain sebagai ruang aman untuk mereka mencoba dan bertumbuh,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Marketing Universitas Ciputra, Bobby Iswandi, menilai kegiatan ini sebagai strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Menurutnya, konsep yang menggabungkan edukasi, kompetisi, dan hiburan mampu meningkatkan keterlibatan siswa.
“Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda bahwa entrepreneurship itu bukan sesuatu yang sulit atau eksklusif. Lewat UC Play dan Bazaar Competition, kami tunjukkan bahwa di bidang apa pun, jiwa entrepreneur itu bisa tumbuh dan justru sangat relevan dengan masa depan,” jelas Bobby.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang fun dan aplikatif menjadi daya tarik utama agar siswa lebih engaged. “Kalau biasanya belajar bisnis terasa berat, di sini mereka belajar sambil bermain, berkompetisi, dan berkolaborasi. Ini yang membuat pengalaman mereka lebih membekas,” tambahnya.
Dengan konsep yang menggabungkan edukasi, kompetisi, dan hiburan, UC Fair dan UC Play diharapkan tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga gerakan nyata dalam mencetak calon entrepreneur muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Tidak kurang dari total 1000 siswa SMA mengikuti kegaitan UC Fair dan UC Play ini. Melalui pengalaman langsung ini, kami optimistis dapat berkontribusi dalam meningkatkan rasio entrepreneur Indonesia sekaligus memperkuat daya saing bangsa di masa depan,” pungkas Bobby. [ina.wwn]


