Kediri, Bhirawa – Jejak digital dan perilaku di media sosial bisa memengaruhi masa depan remaja, termasuk saat memasuki dunia kerja. Karena itu, SMKN 2 Kediri menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri untuk mengedukasi siswa agar bijak bermedia sosial sekaligus menjaga kesehatan mental.
Pembina Ekstrakurikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Pioner SMKN 2 Kediri, Nur Wahyuni, mengatakan seminar bertajuk “Bijak Bermedia Sosial, Sehatkan Mental” tersebut berangkat dari kepedulian sekolah terhadap perilaku siswa di dunia maya.
Sejumlah kebiasaan, seperti mengunggah konten tanpa pertimbangan dan menuliskan komentar yang berpotensi memicu konflik, menjadi perhatian pihak sekolah. Terlebih, rekam jejak digital dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika seseorang melamar pekerjaan.
“Harapan kami, siswa yang hadir hari ini bisa menjadi agen perubahan. Mereka dapat membagikan materi dan ilmu baik ini kepada teman-teman di kelasnya,” ujar Nur Wahyuni.
Kepala Diskominfo Kota Kediri Sugeng Wahyu Purba Kelana mengingatkan, setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan melalui media sosial memiliki konsekuensi. Jejak digital yang ditinggalkan juga dapat memengaruhi kehidupan seseorang di kemudian hari.
“Jika dulu ada istilah ‘mulutmu harimaumu’, sekarang istilahnya bergeser menjadi ‘jarimu harimaumu’. Media sosial menyimpan data dan jejak digital yang kelak bisa memengaruhi masa depan anak-anak sekalian,” tegas Sugeng.
Ia meminta para siswa lebih cermat menyaring informasi, mewaspadai berita bohong atau hoaks, serta menjaga kerahasiaan data pribadi. Media sosial juga perlu dimanfaatkan untuk kegiatan positif yang mendukung pengembangan potensi diri.
Sugeng berharap edukasi literasi digital tidak berhenti di SMKN 2 Kediri. Diskominfo berencana memperluas kegiatan serupa ke sekolah lain, mulai tingkat SMP hingga SMA/SMK.
Salah seorang peserta, Putri Yahrotul Mutmainah, siswa kelas X Bisnis Digital 1, mengaku mendapat pemahaman baru mengenai pentingnya mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah sesuatu di media sosial.
Ia juga menilai kebiasaan menyaring informasi sebelum membagikannya perlu diterapkan untuk mencegah penyebaran informasi keliru. Selain itu, perundungan di dunia maya atau cyberbullying perlu dihindari karena dapat berdampak pada orang lain.
“Tidak semua hal di internet dan media sosial itu sepele seperti yang kita bayangkan. Ternyata, semua ada konsekuensinya,” ungkap Putri.
Dalam kegiatan tersebut, Diskominfo Kota Kediri turut menghadirkan Pranata Humas Ahli Muda Nur Mufid untuk memberikan materi mengenai penggunaan media sosial secara bijak di era digital. [van/nov.wwn]






