28.2 C
Sidoarjo
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Krisis Air Bersih di Bondowoso Belum Berakhir, BPBD Terus Suplai dan Siapkan Solusi Permanen

Bondowoso, Bhirawa. – Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Bondowoso belum sepenuhnya berakhir, meskipun pada beberapa hari terakhir hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah di Kota Tape ini.

Intensitas curah hujan yang belum merata serta terbilang masih rendah membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tetap menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, hujan deras sempat terjadi di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, serta sejumlah wilayah di Kecamatan Bondowoso pada 4 Oktober 2026 kemarin. Namun, kondisi tersebut belum menjangkau seluruh kawasan yang masuk dalam peta rawan kekeringan.

Sekretaris BPBD Bondowoso, Gaguk Supindhi Putra, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih masih diperlukan karena belum semua wilayah terdampak mendapatkan curah hujan yang memadai.

”Memang dua hari kemarin ada hujan, tetapi tidak di semua titik yang menjadi sasaran lokasi kekeringan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/10).

Penyaluran bantuan air bersih sebanyak 50 ribu liter telah dimulai sejak 7 Oktober 2026 kemarin. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Baznas Jawa Timur melalui Program Baznas Jatim Bagikan 1,2 Juta Liter Air Bersih se-Jawa Timur.

Dalam program ini, bantuan didistribusikan ke 10 desa di delapan kecamatan. Masing-masing desa mendapatkan pasokan sebanyak 5 ribu liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Berita Terkait :  Disperkim Kota Madiun Optimal RBRA dan Tindak Lanjuti Audit Kemen PPPA

”Desa-desa penerima bantuan tersebar di Kecamatan Curahdami, Botolinggo, Tegalampel, Klabang, Tlogosari, Prajekan, dan Taman Krocok,”ujarnya.

Gaguk menambahkan, setelah penyaluran bantuan dari Baznas selesai, BPBD Bondowoso akan melanjutkan distribusi air bersih hingga Desember 2026. Program lanjutan tersebut akan menggunakan alokasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2026.

”Pelaksanaan distribusi akan terus dievaluasi sesuai kondisi riil di lapangan, terutama berdasarkan perkembangan curah hujan dan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak,” terangnya.

Langkah ini, kata Gaguk, mempertimbangkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan hujan mulai turun secara reguler pada Desember 2026, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari 2027.

Selain memastikan ketersediaan air bersih melalui distribusi bantuan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kekeringan yang berulang setiap tahun.

Penanganan kekeringan kini tidak lagi hanya mengandalkan pengiriman atau dropping air bersih yang bersifat sementara, tetapi mulai diarahkan pada pembangunan infrastruktur jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat. [san.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!