Gresik, Bhirawa – Kondisi dua unit Ruang Praktik Siswa (RPS) di SMK Negeri 1 Cerme sangat memprihatinkan akibat tanah amblas yang menyebabkan bangunan miring dan membahayakan keselamatan kegiatan belajar-mengajar. Sekolah bersama Komite sekolah segera mengambil langkah cepat dengan menggalang dana swadaya dari masyarakat dan wali murid untuk pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) serta pengurukan lahan.
Kepala SMKN 1 Cerme, Darwati, menjelaskan kedua ruangan tersebut sebenarnya sudah tidak digunakan secara rutin sejak tahun 2022. Area yang amblas kini membentuk telaga dan memicu pergerakan tanah yang meluas hingga sekitar setengah hektar, dengan ukuran lebar 60 meter dan panjang 80 meter. Untuk mengamankan struktur tanah agar tidak terus merosot, lahan selebar 10 meter dengan kedalaman 2,5 hingga 2,7 meter akan diurug dan dibangun tanggul penahan secara permanen.
“Guna mengatasi ancaman keselamatan akibat pergerakan tanah di dekat area telaga, sekolah bersama Komite sekolah mengambil langkah cepat melalui penggalangan dana swadaya masyarakat dan wali murid untuk pembangunan Tanggul Penahan Tanah serta pengurukan lahan,” ujar Darwati, Kamis (30/7/2026).
Pekerjaan pengurukan tanah telah dimulai sejak sehari sebelumnya dan ditargetkan tuntas dalam dua minggu. Satu minggu difokuskan pada pengurukan tanah, dan minggu berikutnya untuk penyelesaian struktur tanggul serta pemagaran. Pembangunan tanggul penahan tanah akan dilakukan secara permanen guna memperkuat tanah agar tidak kembali amblas, dengan ketinggian urugan mencapai 2,5 hingga 2,7 meter. Diperkirakan dibutuhkan sekitar 100 hingga 150 truk material tanah urug.
“Setelah pengurukan dan pembangunan tanggul selesai, area tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk mendukung program pengembangan sekolah, antara lain program SIKAP dan tempat pengelolaan sampah sekolah,” tambahnya.
Terkait bangunan yang miring, pihak sekolah telah mengajukan permohonan revitalisasi kepada dinas terkait. Namun perbaikan gedung baru dapat dilaksanakan setelah pengamanan dan penguatan kontur tanah dinyatakan selesai, guna mencegah kerusakan terulang di kemudian hari. [kim.kt]


