Jombang, Bhirawa – Sekolah Rakyat (SR) di Jombang mulai mengawali kegiatan pembelajaran tahun ajaran baru dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebanyak 270 siswa jenjang SD, SMP hingga SMA mulai mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menempati fasilitas asrama yang sudah disiapkan, Kamis (30/7/2026).
Kepala Sekolah Rakyat (SR) Jombang, Andik Minarto menjelaskan, jumlah siswa yang diterima telah memenuhi kapasitas masing-masing jenjang pendidikan. Dengan rincian, 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA.
“Hari ini kami mulai kegiatan MPLS, sekaligus mengawali kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat permanen ini,” kata dia.
Dia menerangkan, Sekolah Rakyat di Jombang menjadi salah satu sekolah yang memiliki formasi lengkap. Yakni mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Dengan terpenuhinya kuota 90 siswa di masing-masing jenjang, proses penerimaan peserta didik telah ditutup.
Sementara, pembangunan kompleks Sekolah Rakyat masih dalam tahap penyelesaian. Informasi yang diterima pihak sekolah dari tim teknis, progres pembangunan mencapai sekitar 92 hingga 95 persen.
Dia menyampaikan, adanya pembangunan yang masih berlangsung tidak mengganggu aktivitas belajar maupun mobilitas siswa.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tim transisi dan pihak terkait untuk mengatur serta melokalisasi area pembangunan. “Kami sudah koordinasi dengan tim transisi dan pihak PU,” ujar dia.
“Kami membuat skenario antara ruang pembelajaran dan ruang asrama. Sudah ada pembatas-pembatas untuk membatasi pergerakan anak,” imbuh dia.
Fasilitas utama yang telah selesai dan mulai digunakan seperti satu gedung pembelajaran SD, dua asrama putra, dua asrama putri, dapur, ruang ibadah, dan ruang kantin.
Kemudian sejumlah fasilitas lain masih dalam tahap penyelesaian. Seperti asrama untuk siswa SD, rusun guru dan tenaga teknis, masjid, serta guesthouse. Penyelesaian pembangunan secara keseluruhan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Lantas demi mendukung kegiatan pendidikan dan pengasuhan, Sekolah Rakyat Jombang kini memiliki 20 tenaga pendidik internal dan mendapat tambahan 22 guru bantuan dari pemerintah daerah. Selain itu, juga terdapat 9 tenaga kebersihan, 24 wali asrama, 5 tenaga pendamping asrama, 16 petugas keamanan, dan 10 juru masak.
Dikatakannya, para siswa bakal tinggal di asrama selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Khusus siswa SD, pendampingan selama berada di asrama dilakukan oleh wali asrama yang berperan sebagai pengganti pendampingan orang tua selama anak menjalani kehidupan di lingkungan sekolah. [rif.kt]


